MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mencanangkan penanaman 1 juta pohon matoa bersama tokoh lintas iman di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (14/8/2026).
Penanaman perdana tersebut menjadi awal dari rangkaian gerakan yang ditargetkan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan hingga peringatan HUT Ke-27 Provinsi Papua Barat pada 12 Oktober 2026.
“Penanaman hari ini merupakan langkah awal dan ini akan terus kita lanjutkan hingga HUT Provinsi Papua Barat di bulan Oktober. Nanti akan disampaikan kepada tujuh kabupaten agar turut serta menanam pohon matoa agar dapat mencapai 1 juta pohon,” ujar Dominggus.
Ia mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah provinsi akan mengajak instansi pemerintah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk membantu menyediakan bibit matoa yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat untuk ditanam di berbagai wilayah Papua Barat.
“Setelah bibit siap maka kita akan bagikan kepada seluruh lapisan masyarakat dan akan ditanam sehingga target 1 juta pohon matoa di Papua Barat dapat tercapai,” katanya.
Dominggus mengakui keberadaan pohon matoa di Papua Barat saat ini menghadapi persoalan serius. Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan matoa adalah kebiasaan masyarakat memanen buah dengan cara menebang pohonnya.
Karena itu, gerakan penanaman 1 juta pohon tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah pohon, tetapi juga menjaga keberlanjutan matoa sebagai salah satu tanaman khas Papua.
Dominggus menegaskan, penanaman pohon harus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Menanam pohon bukan hanya kegiatan seremonial, namun wujud nyata kecintaan kepada tanah air dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan penanaman perdana ini sekaligus menjadi bagian dari semarak HUT Kemerdekaan RI dan momentum peluncuran Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Chapter Papua Barat yang mendorong kolaborasi lintas iman dalam menjaga hutan.
Dominggus mengatakan, pohon yang ditanam pada hari itu merupakan investasi lingkungan untuk generasi mendatang.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk tidak berhenti setelah penanaman dilakukan.
“Menanam lebih mudah daripada merawat. Mari kita jaga tanaman yang telah ditanam dan kita jadikan Kantor Gubernur sebagai contoh dan teladan sekaligus program penghijauan yang telah dicanangkan sebagai pembangunan berkelanjutan,” ucapnya. (dra)





















