KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Sekretaris DPD Golkar Papua Barat Fery Michael Deminikus Auparay menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Golkar Kabupaten Kaimana bukanlah ajang pertandingan untuk mencari pemenang dan pihak yang kalah, melainkan proses reorganisasi yang bertujuan memperkuat soliditas partai dalam menghadapi tantangan politik dan pembangunan daerah ke depan.
“Siapa pun yang terpilih nanti merupakan kader terbaik Partai Golkar dan harus mampu merangkul semua pihak. Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, tetapi persatuan organisasi harus tetap menjadi prioritas,” kata Fery dalam arahannya di Kaimana, Rabu (12/8/2026).
Ia menyebutkan, pelaksanaan Musda menandai berakhirnya satu periode kepengurusan organisasi dan menjadi momentum penting untuk memilih pemimpin baru yang akan melanjutkan perjuangan serta cita-cita Partai Golkar di Kabupaten Kaimana.
Menurutnya, pelaksanaan Musda IV Golkar Kaimana memiliki perjalanan yang cukup panjang. Setelah Musda sebelumnya digelar pada 2015, berbagai dinamika internal organisasi dan pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi membuat pelaksanaan Musda baru dapat terlaksana pada tahun ini.
“Saya ingin mengingatkan seluruh kader agar menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan selama proses Musda berlangsung,” pintanya.
Menurutnya, kader Golkar harus menjadi garda terdepan sekaligus ujung tombak pembangunan di tengah masyarakat dengan memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor kehidupan.
“Kehadiran kader Golkar harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendorong kemajuan daerah, serta memperkuat kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Ia berharap pengurus Golkar yang terpilih mampu membangun komunikasi dan konsolidasi dengan pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah.
“Semoga kader Golkar Kaimana dapat menjaga persatuan dan soliditas, karena keberhasilan partai ditentukan oleh kemampuan seluruh kader partai,” harapnya. (lau)





















