MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Kodam XVIII/Kasuari membuka peluang kerja sama strategis dengan para kepala sekolah di lingkungan Kabupaten Manokwari dan sekitarnya.
Penawaran ini disampaikan secara langsung dalam sebuah pertemuan forum komunikasi, yang mencakup tiga sektor utama, pembibitan calon anggota TNI sejak dini, pemanfaatan sarana olahraga untuk prestasi, serta pengembangan potensi wisata unggulan daerah. Langkah ini diharapkan menjadi langkah nyata kolaborasi antar instansi demi kemajuan sumber daya manusia dan ekonomi wilayah Papua Barat.
Dalam pemaparannya, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, menyampaikan harapan besar agar putra-putri terbaik daerah dapat semakin banyak bergabung dan lolos seleksi menjadi prajurit TNI.
Mengingat standar seleksi yang semakin ketat dan kompetitif saat ini, pihaknya menekankan bahwa persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus melalui proses pembinaan jangka panjang dan terencana.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran putra-putri kita di sini untuk bisa mengikuti rekrutmen dan masuk menjadi anggota TNI. Namun, dengan ketatnya seleksi saat ini, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. Kami mengusulkan agar siswa yang baru masuk Kelas 1 SMA sudah mulai kita jaring dan persiapkan. Bisa dilakukan kolaborasi dengan pihak sekolah, Dandim setempat, atau Aster Kodam,” ungkapnya.
Pola pembinaan yang ditawarkan adalah selama dua hingga tiga tahun masa sekolah. Tujuannya, agar begitu siswa lulus Kelas 3 dan berniat mendaftar, mereka sudah benar-benar matang kesiapannya, bukan hanya mendaftar dalam waktu singkat tanpa persiapan.
“Sering kali ada anak yang baru berniat mendaftar beberapa hari sebelum tes, tapi belum siap, baik dari segi fisik, psikologi, kesehatan, maupun administrasi. Akhirnya gagal bukan karena tidak mampu, tapi kurang persiapan. Oleh karena itu, kami menawarkan kerja sama ini, mulai dari Kelas 1 kita kenali potensi dan minat mereka, kita fasilitasi, dan kita bina secara bertahap agar begitu lulus SMA mereka sudah siap menghadapi seleksi,” jelasnya.
Selain pembinaan calon prajurit, Kodam XVIII/Kasuari juga membuka akses pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki untuk mendukung prestasi atlet daerah, terutama dalam persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan lainnya. Berbagai fasilitas unggulan disiapkan guna mendukung pembinaan atlet agar lebih maksimal.
“Kalau bicara persiapan olahraga, misalnya menghadapi PON atau even besar lainnya, tentu butuh tempat dan sarana yang memadai serta pembinaan berkelanjutan. Kami menawarkan fasilitas yang ada di lingkungan Kodam untuk digunakan bersama. Ada kolam renang standar, lintasan lari, pusat kebugaran (fitness center), lapangan tenis, tenis meja, hingga fasilitas golf mini. Semua bisa dimanfaatkan untuk menempa kemampuan atlet daerah agar lebih berprestasi,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada bidang pendidikan dan olahraga, kerja sama juga ditawarkan dalam sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi luar biasa, namun belum tergali sepenuhnya. Beberapa destinasi unggulan seperti Pulau Mansinam, Pulau Lemon, hingga Pulau Raimuti disebut memiliki daya tarik besar dan menjadi identitas wisata Manokwari.
Pihak Kodam merencanakan gelaran akbar bertajuk Festival Wisata yang direncanakan digelar pada bulan Agustus mendatang. Kegiatan ini nantinya akan dibuka pendaftaran, serta berharap dikembangkan menjadi agenda tahunan berkelanjutan untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Pulau Mansinam, Pulau Lemon, Pulau Raimuti, masih banyak yang belum terekplorasi secara maksimal. Nanti kita akan gelar festival, kita viralkan, kita lihat antusiasme masyarakat, dan harapannya ini menjadi kegiatan rutin,” ujarnya.
Di akhir penyampaian, ditekankan bahwa forum pertemuan ini merupakan wadah diskusi terbuka. Seluruh elemen, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, hingga unsur TNI, diajak untuk terus berkomunikasi, berkolaborasi, dan saling membantu. Semua inisiatif ini bertujuan tunggal memajukan Kabupaten Manokwari, mencetak generasi muda yang tangguh, serta menggali potensi daerah demi kesejahteraan bersama.
“Kita bebas berbicara, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan. Intinya kita berkolaborasi, saling mengisi, dan saling membantu demi manfaat yang besar bagi kita semua dan kemajuan Manokwari ke depan,” pungkasnya.
Bupati Manokwari Apresiasi Peran Strategis Kodam XVIII/Kasuari
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, atas inisiatif mengundang unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat kabupaten dan provinsi, serta para mitra strategis dalam satu wadah silaturahmi. Pertemuan ini dinilai sangat penting untuk mempererat ikatan komunikasi, kesatuan pandangan, dan kerja sama antar instansi demi kemajuan bersama di tanah Papua Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Hermus menegaskan bahwa keberadaan Kodam XVIII/Kasuari sejak awal kepemimpinan hingga saat ini senantiasa membangun komunikasi yang baik, erat, dan konstruktif dengan pemerintah daerah maupun masyarakat. Menurutnya, Kodam Kasuari telah menjadi wadah integrasi yang nyata bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua, sekaligus menjadi marwah dan kebanggaan bangsa di wilayah paling timur ini.
“Kehadiran Kodam Kasuari dari awal kepemimpinan hingga saat ini terus membangun komunikasi yang sangat baik. Kodam ini telah menjadi alat integrasi NKRI di tanah Papua, dan menjadi marwah bagi bangsa Indonesia. Sampai malam ini, khususnya di wilayah Manokwari Raya dan sekitarnya, tidak ada kejadian luar biasa yang membahayakan eksistensi negara. Kondisi aman dan kondusif ini tentu tidak lepas dari peran besar Kodam Kasuari,” ujar Hermus di hadapan para pimpinan daerah.
Ia menegaskan, keamanan dan ketertiban yang terjaga baik adalah modal utama pembangunan. Kehadirannya dalam forum tersebut sekaligus menyampaikan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Manokwari terhadap kepemimpinan Pangdam XVIII/Kasuari dan seluruh jajaran.
“Saya hadir di sini mewakili seluruh masyarakat Manokwari, dan kami menyatakan dukungan sepenuhnya kepada kepemimpinan Bapak Pangdam XVIII/Kasuari. Hal yang paling penting dan harus kita yakini bersama, status tanah Papua di bawah NKRI sudah final. Tidak ada tawar-menawar lagi. Tugas kita sekarang adalah merawat apa yang sudah kita miliki hari ini, menjaga persatuan, dan memastikan wilayah ini tetap damai,” tegasnya.
Bupati Hermus menambahkan, rasa aman yang dirasakan masyarakat, baik saat beraktivitas di siang hari maupun malam hari, adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Kondisi inilah yang menjadi landasan percepatan pembangunan di Manokwari dan daerah lainnya di Papua Barat. Kehadiran institusi negara, mulai dari TNI, Polri, hingga pemerintah daerah, menjadi jaminan nyata keberpihakan negara bagi rakyat.
“Masyarakat kita bisa beraktivitas siang dan malam dengan tenang, itu adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan. Kodam, Polda Papua Barat, dan seluruh institusi negara sudah mewakili kehadiran negara di sini. Mari kita bersama-sama bangun Indonesia di tanah Papua, jaga kedaulatan NKRI sampai kapan pun, dan wujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bukti nyata kehadiran kita,” ajaknya.
Lebih jauh, Bupati Hermus juga mengapresiasi kerja keras luar biasa jajaran Kodam XVIII/Kasuari dalam mendukung keberhasilan program-program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto di daerah. Mulai dari program Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan ketahanan pangan daerah, Manokwari mampu menjaga kinerja dan citra positif di tingkat nasional berkat dukungan penuh unsur pertahanan dan keamanan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kodam Kasuari atas kerja keras yang luar biasa. Program-program Bapak Presiden, seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, hingga peningkatan ketahanan pangan dan program strategis lainnya, dapat kita jalankan dengan baik sehingga Manokwari masih bisa menjaga wajah dan nama baik kita di tingkat nasional,” ungkapnya.
Hermus menilai, tanpa dukungan, perhatian, dan bantuan serius dari Pangdam, Dandim, Kapolda, dan seluruh jajaran, pemerintah daerah mungkin akan menghadapi kesulitan besar dan justru dinilai kurang mendukung kebijakan pusat.
“Kalau bukan karena bantuan Bapak Pangdam, Bapak Dandim, Kapolda, dan seluruh jajaran, mungkin kita sudah kehilangan muka di tingkat nasional. Bisa jadi, saat kita mengajukan kebutuhan pembangunan, pihak pusat beralasan bahwa program Presiden saja tidak kita dukung. Oleh karena itu, terima kasih yang sebesar-besarnya. Perhatian Bapak Jenderal terhadap Kabupaten Manokwari ini sangat luar biasa dampaknya bagi kami dan masyarakat,” pungkas Bupati Hermus Indou. (red)





















