Penyebab Kematian ART Indri Diragukan, Kuasa Hukum: Korban Sudah Sakit Sebelum Meninggal

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Kuasa hukum terdakwa Luciana Lawrence, Yan Christian Warinussy, menilai fakta persidangan kasus kematian asisten rumah tangga (ART) di Wisma Gaya Baru masih menyisakan keraguan terkait penyebab meninggalnya korban, Indri.

Pernyataan tersebut disampaikan Warinussy usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IA, Kamis (7/5/2026), yang menghadirkan saksi kunci dalam perkara tersebut.

Menurut dia, terdapat perbedaan antara informasi yang berkembang di publik dengan keterangan yang disampaikan saksi di persidangan terkait dugaan tindak kekerasan terhadap korban.

“Kami cukup puas dengan jalannya sidang hari ini karena keterangan saksi tampak berdiri sendiri. Selama ini disebut ada pukulan di kepala, padahal keterangan saksi tadi menyebut di bagian punggung,” ujar Warinussy kepada wartawan.

Ia mengatakan pihaknya juga menyoroti kondisi kesehatan korban sebelum peristiwa yang diduga sebagai tindak penganiayaan terjadi.

Menurutnya, hal itu menjadi poin penting untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Kami mengejar fakta bahwa sebelum korban meninggal, Indri memang sudah sakit terlebih dahulu. Jadi, penyebab kematian ini masih menjadi pertanyaan, apakah benar karena penganiayaan atau karena penyakit yang diderita korban,” katanya.

Warinussy menyebut terdakwa Luciana Lawrence tetap membantah tuduhan telah melakukan pemukulan terhadap korban. Namun, menurut dia, bantahan tersebut masih perlu diuji melalui fakta persidangan berikutnya.

Pihak kuasa hukum, lanjut Warinussy, akan menunggu pembuktian medis melalui keterangan saksi ahli yang rencananya dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang selanjutnya.

“Untuk memastikan penyebab kematian, nanti kita lihat bersama bagaimana keterangan saksi ahli yang akan dihadirkan jaksa,” ujarnya.

Sidang kasus tersebut akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan dan saksi ahli. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses