Pemkab dan Pemprov Kolaborasi Tangani Banjir di Manokwari

0
Albertus, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manokwari. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat berkolaborasi menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Manokwari, termasuk kawasan Wosi dan Distrik Mokwam.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui percepatan normalisasi sungai dan saluran drainase dengan dukungan alat berat dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manokwari, Albertus, mengatakan penanganan telah dilakukan sejak sehari setelah banjir terjadi pada 7 April 2026. Pihaknya langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan pengerukan di wilayah Wosi.

“Penanganan sudah kami lakukan sejak sehari setelah kejadian. Kami langsung turunkan alat berat untuk normalisasi di Wosi,” ujar Albertus, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, proses penanganan sempat terkendala keterbatasan armada. Namun, saat ini dukungan alat berat dari pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai Papua Barat telah dikerahkan untuk mempercepat normalisasi sungai.

Menurutnya, Distrik Mokwam menjadi perhatian serius karena memiliki potensi banjir bandang yang dapat berdampak hingga ke Kampung Syou.

“Wilayah Mokwam cukup berbahaya karena berpotensi terjadi banjir bandang. Kami sedang mempersiapkan langkah penanganan segera di sana,” katanya.

Albertus menambahkan, penanganan persoalan drainase di Manokwari membutuhkan kolaborasi lintas kewenangan. Hal ini karena terdapat pembagian tanggung jawab antara jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Dalam beberapa hari terakhir, kata dia, koordinasi intensif telah dilakukan antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pihak terkait lainnya guna menangani persoalan tersebut secara terpadu.

Selain normalisasi sungai dan saluran air, Pemkab Manokwari juga berencana melakukan pembenahan sistem drainase secara menyeluruh.

Pesatnya pembangunan permukiman dan gedung dinilai menyebabkan kapasitas drainase tidak lagi mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

“Kami akan merancang ulang sistem drainase agar sesuai dengan peningkatan debit air akibat perubahan tata guna lahan, serta memperkuat kerja sama antarinstansi sesuai kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Upaya kolaboratif tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko banjir di masa mendatang, terutama saat intensitas hujan tinggi kembali melanda wilayah Manokwari. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses