
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Panitia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-171 Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua menggelar rapat ketiga untuk membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan yang akan dipusatkan di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, pada 5 Februari 2026.
Ketua Panitia HUT ke-171 PI di Tanah Papua, Bons S. Rumbruren, mengatakan perayaan tahun ini tidak dilaksanakan di area sentrum Pulau Mansinam, melainkan di pendopo bagian bawah. Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran.
“Jika dilaksanakan di bagian atas, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, ibadah puncak akan dilaksanakan di pendopo bagian bawah,” ujar Bons usai rapat panitia, Selasa (20/1/2026) di Kantor Klasis Manokwari
Ia menjelaskan, dalam rapat ketiga tersebut, masing-masing seksi panitia telah menyampaikan kebutuhan anggaran. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, panitia memprioritaskan pembiayaan pada kebutuhan utama, seperti konsumsi, seksi acara, perlengkapan, serta transportasi.
Panitia juga telah menetapkan rangkaian kegiatan menjelang puncak perayaan. Pawai Pekabaran Injil dijadwalkan berlangsung pada 3 Februari 2026.
Sedangkan ibadah puncak perayaan HUT ke-171 PI akan dilaksanakan pada 5 Februari 2026. Ibadah tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 5.000 jemaat.
“Tahun ini panitia tidak menyelenggarakan lomba-lomba. Kegiatan hanya difokuskan pada pawai dan ibadah sebagai puncak perayaan,” katanya.
Terkait tema perayaan, Bons mengatakan panitia masih menunggu arahan resmi dari pihak Sinode. Namun, apabila hingga batas waktu yang ditentukan belum ada keputusan, maka Klasis akan menetapkan tema perayaan.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat dua tema yang menjadi pertimbangan.
Tema pertama diambil dari Kitab Yunus Pasal 3 ayat 1–10, yakni “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan”. Sementara tema kedua yang digunakan dalam logo perayaan adalah “Injil untuk Segala Bangsa”
Untuk pelaksanaan perayaan HUT ke-171 Pekabaran Injil di Tanah Papua, panitia menargetkan kebutuhan anggaran sebesar Rp3 miliar. (dra)




















