MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Gubernur Papua Barat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Graha Insan Cita (GIC) Papua Barat di Kompleks Sowi Gunung, Manokwari, Senin (19/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Syamsul Qomar, Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Papua Barat Syamsudin Seknun, Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Manokwari Purwanto, serta perwakilan Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat.
Gedung Graha Insan Cita Papua Barat direncanakan dibangun tiga lantai di atas lahan seluas 600 meter persegi. Fasilitas yang disiapkan meliputi sekretariat KAHMI, aula pertemuan, serta sejumlah ruang istirahat atau kamar tidur.
Lokasi pembangunan berada di belakang Kantor Bupati Manokwari dengan pemandangan laut dan Pegunungan Arfak.
Lahan tersebut merupakan aset inventaris MD KAHMI Manokwari yang diperoleh pada 2022 dan kini dihibahkan untuk pembangunan Graha Insan Cita Papua Barat.
Koordinator Presidium MW KAHMI Papua Barat, Syamsudin Seknun, mengatakan pembangunan GIC merupakan wujud komitmen organisasi yang disepakati dalam musyawarah KAHMI Papua Barat.
“Kami masih memiliki satu komitmen yang belum terwujud, dan hari ini kami mulai menyelesaikannya, yakni pembangunan Graha Insan Cita sebagaimana hasil musyawarah majelis tahun lalu,” ujar Syamsudin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, rencana anggaran biaya (RAB) awal pembangunan GIC mencapai lebih dari Rp8 miliar. Namun setelah dilakukan rasionalisasi anggaran oleh panitia pembangunan, kebutuhan biaya ditetapkan sekitar Rp3,6 miliar.
Pada 2026, lanjut Syamsudin, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga memberikan hibah kepada KAHMI Papua Barat guna mendukung kelancaran pembangunan Graha Insan Cita.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MN KAHMI, Syamsul Qomar, menegaskan bahwa pembangunan Graha Insan Cita tidak semata menghadirkan gedung fisik, tetapi menjadi pusat konsolidasi organisasi.
“Gedung ini dibangun untuk konsolidasi organisasi. Jangan sampai gedungnya berdiri megah, tetapi konsolidasi tidak berjalan, karena manfaatnya tidak akan maksimal,” kata Syamsul.
Ia berharap Graha Insan Cita Papua Barat dapat menjadi rumah besar kader dan umat, sekaligus ruang konsolidasi gagasan, dialog kebangsaan, keumatan, dan kemanusiaan, serta penguatan peran intelektual muslim.
Selain itu, Syamsul juga berharap keberadaan GIC dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk peningkatan infrastruktur jalan menuju lokasi gedung.
Ia bahkan mengusulkan agar akses jalan menuju GIC nantinya dapat dinamai Jalan Lafran Pane.
Gubernur Papua Barat yang diwakili Sekda Ali Baham Temongmere menyatakan, pembangunan Graha Insan Cita diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi pemerintah daerah dalam proses pembangunan ke depan.
“Melalui gedung ini diharapkan lahir berbagai program pembinaan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas alumni dan mahasiswa yang menjadi aset berharga bagi pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan,” ujar Ali Baham. (rls)





















