Sosialisasi dan advokasi Sub PIN Polio Digelar

0
80

KLIKPAPUA–Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Kamis (28/3/2019) menggelar pertemuan sosialisasi dan advokasi dalam rangka Sub PIN Polio serta Pemberian Obat dan Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan Tingkat Kabupaten Kaimana.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kaimana Beach Hotel ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan, Arifin Sirfefa, SKM,MM. Kegiatan ini sendiri melibatkan perwakilan OPD, kepala distrik, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh adat di Kabupaten Kaimana.

Ketua panitia kegiatan, Maria K. Adopak, A.Md.Keb menjelaskan, kegiatan yang melibatkan perwakilan elemen masyarakat ini bertujuan agar peserta mengetahui penyebab, penularan, pengobatan dan pencegahan penyakit polio, serta agar terbangunnya komitmen bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana dengan OPD, tokoh masyarakat dan pemerintah distrik guna mensukseskan program SUB PIN Polio di Provinsi Papua Barat umumnya.

“Secara umum tujuannya adalah agar masalah Polio ini tersosialisasi dengan baik dan ada kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan SUB PIN Polio di seluruh kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan target minimal 95%,” terang Ketua IBI Kaimana ini.

Dijelaskan, upaya pencegahan polio diperlukan karena sejak munculnya wabah polio di Indonesia, pemerintah dengan bantuan WHO dan Unicef telah memutuskan untuk melakukan PIN sebagai usaha pemberantasan polio dengan cara cara pencegahan bukan pengobatan. Hal ini disebabkan karena hingga saat ini belum ditemukan obat yang efektif untuk penyembuhan penyakit ini.

Ia juga menjelaskan, pada bulan November 2018 lalu, Tanah Papua dikejutkan dengan 3 kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio VDPV tipe I di wilayah Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Yahukimo. Dengan memperhatikan capaian imunisasi dan surveilans lumpuh layu akut lanjutnya, maka Provinsi Papua Barat sebagai provinsi yang berbatasan langsung, dikategorikan beresiko tinggi terhadap polio.

Ditambahkan, berdasarkan rekomendasi dari Komite Ahli Eradikasi Polio dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional tahun 2019, segera dilakukan upaya untuk menghentikan penularan virus VDPV tipe I dengan melaksanakan sub Pekan Imunisasi Nasional secara massal di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Target cakupan pelaksanaan Sub PIN Polio agar memberikan perlindungan terhadap anak usia 0-15 tahun sebagai respon dari kejadian luar biasa polio adalah 95% dan dilaksanakan 2 putaran yaitu; pertama 1-7 April dan kedua 29 April-4 Mei 2019. Untuk mencapai target ini maka diperlukan upaya penggerakan masyarakat yang bersifat masif,” terangnya. (iw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here