Tahun Ini 10 Anak Papua Disiapkan Jadi Pengusaha

0
184

KLIKPAPUA.COM, BINTUNI – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni siap menggelontorkan anggaran untuk modal usaha bagi 10 anak asli Papua di tahun ini.

Disela – sela sambutannya pada acara pembukaan kegiatan sosialisasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan Penyediaan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), di Sanggar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK), SP 4, Distrik Manimeri, Selasa (9/7/2019), Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw mengatakan program paket premium memberikan bantuan modal usaha bagi 10 orang asli Papua akan direalisasikan tahun ini. Setiap satu orang akan diberikan modal usaha sebesar Rp. 100 juta.

“Saya di tahun ini, kemarin bersama ibu Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, saya punya program untuk mendorong 10 anak asli Papua menjadi pengusaha, di tahun ini kita akan bantu,” kata Bupati.

Menurut Kasihiw syaratnya yakni mengajukan proposal jenis usaha dan kebutuhan modal. Kemudian diajukan pemerintah daerah.

“Mereka bikin proposal, dan akan dinilai oleh pakar – pakar bisnis, lalu setelah proposal mereka dinilai laik maka kita ganti dengan uang Rp. 100 juta untuk mereka modal bisnis,” ucap Kasihiw.

Bupati juga menyampaikan bahwa program bantuan modal usaha untuk pengusaha kecil sudah berjalan dua tahun dan akan terus belranjut.

“Tahun 2018 ada sekitar seribu lebih pengusaha kecil yang menerima bantuan, ada yang dapat Rp. 5 juta, ada yang Rp. 10 juta, kita berharap terus tumbuh, tahun ini kita juga sudah siapkan Rp. 5 miliar,” katanya lagi.

Dia menambahkan bahwa program – program seperti ini bertujuan untuk mendorong minat masyarakat khusunya orang asli Papua terjun ke dunia bisnis. Supaya OAP bisa menjadi pengusaha yang menyediakan lapangan kerja bagi dirinya dan juga orang lain.

“Orang Papua di dunia politik, pegawai negeri, banyak, tapi saya lihat orang asli Papua sukses di dunia bisnis belum ada,” pungkasnya. (at)

 Editor: BUSTAM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.