Hasil Kelulusan SDN Inpres Manimeri diantar langsung ke orangtua murid. (Foto: Humas dan Protokol Setda Teluk Bintuni)
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM– Pengumuman kelulusan sekolah kali ini tampak berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini akibatkan karena saat ini dunia termasuk bangsa Indonesia berada di tengah tengah Covid-19.
Kepala Sekolah SD Negeri Inpres SP 3 Manimeri, Emi Maria Derosari,S.pd mengatakan, SDN Inpres Manimeri tahun pelajaran 2019-2020 kelas 6 memiliki 14 siswa/siswi, dari 14 anak tersebut, semuanya dinyatakan lulus 100 persen. “Kelulusan tahun ini mencapai 100 persen dengan nilai kelulusan 82 dan terendah 75. Nilai nilai ini tidak direkayasa, karena di input dari kelas 4,5 dan kelas 6 semester 1 sehingga dijumlahkan jadi nilai akhir. Jadi, walaupun anak anak ini tidak mengikuti ujian nasional, tapi sudah menabung nilai dari kelas 4,”ujar Emi Maria.
Ia berharap, apa yang sudah dibina oleh guru berupa karakter dan lainnya, semoga menjadi bekal di Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Rajin belajar dan giat sekolah nantinya saat sudah mengenyam pendidikan ditingkat lanjutan,sehingga bisa mendapatkan nilai yang bagus,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT mewakili semua orangtua murid dari tingkat SD di Teluk Bintuni menyampaikan terima kasih dan sukses kepada para tenaga pengajar yang telah bekerja keras sehingga anak anak bisa mengalami kelulusan.
Apalagi kata bupati, ditengah Covid-19 yang tentu mempengaruhi situasi belajar mengajar, namun para guru telah mengambil keputusan berdasarkan ketentuan nasional. “Dan akhirnya hari ini kita saksikan dari rumah ke rumah para guru menyampaikan hasil kelulusan,”jelas Bupati.
Lebih lanjut, dikatakan Bupati, secara khusus dirinya dan istri sebagai orangtua dari Kelvin Kasihiw menyampaikan terima kasih kepada para guru yang sudah membina anaknya selama di SDN Inpres Manimeri. “Sekaligus kami sampaikan permohonan maaf kepada para guru dan siswa apabila ada tindakan terpuji dari anak kami sehingga menyakiti para guru dan teman temanya, sekali lagi mohon maaf,” ucap Bupati.
Meskipun berada ditengah Covid-19, tapi SDN Inpres Manimeri berhasil meluluskan 100 persen dari 14 siswa kelas 6. “Sudah tentu para orangtua bangga, ini merupakan satu perjuangan, semoga SD lain mengalami hal yang sama, minimal di atas 95 persen,”kata Bupati.
Ia berharap sistem pendidikan di daerah harus mengacu pada instruksi atau kebijakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Selain mengadopsi kebijakan nasional tanpa menghilangkan ciri khas di Papua.
Semoga Covid-19 ini cepat mengalami penurunan atau berakhir. Dan pendidikan harus terus berjalan sesuai pola yang ada, seperti daring, online ataupun acara khusus di TV. “Mudah mudahan bisa dikembangkan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 yang belum bisa kapan berakhir,” tutur Bupati.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat mengapresiasi para guru, walaupun dalam segala keterbatasan, tapi masih bekerja sesuai profesinya. “Sedangkan sebagai orangtua, menjadi tangunggjawab bersama, jangan biarkan anak anak kita dalam hal-hal yang negatif seperti lem fox dan pengaruh negatif lainya,”pungkas Bupati.(rls/red)