Kasus Positif Covid-19 di Teluk Bintuni Berasal dari LNG Tangguh 

0
184
BINTUNI,KLIKPAPUA.com–Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni meningkat. Seluruh jumlah kasus positif aktif yang mencapai 100,  berasal dari lingkungan kerja proyek Kilang gas LNG Tangguh, yang berada di Distrik Sumuri.
Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Wiendo, di Bintuni, Kamis (6/1/2022).
Dikatakannya, adanya penambahan kasus positif baru, merupakan hasil test sampel PCR dari karyawan LNG Tangguh. Karena setiap pekerja yang keluar masuk wilayah proyek akan diperiksa tes Covid-19.
“BP memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium sampel PCR yang dikerjakan oleh medical plaza , jadi sampel positif itu berasal dari karyawan LNG site. Berdasarkan data gugus tugas Provinsi Papua Barat per 5 Januari 2022, ada 12 kasus penambahan kasus PCR  positif baru, itu semuanya berasal dari LNG Site,” katanya.
Menurut Wiendo, dengan adanya penambahan 12 kasus positif baru, jumlah total keseluruhan yakni 100 kasus positif Covid -19 aktif di LNG Tangguh. Seluruh pasien tersebut telah mendapatkan perawatan dan diisolasi di fasilitas isolasi di LNG Site .
Sementara itu, kata Wiendo, dari hasil pemeriksaan sampel PCR laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintuni, kasus positif PCR terakhir dilaporkan pada tanggal 9 November 2021, dan sampai saat ini  tidak ada kasus penambahan positif baru.
“Jadi saat ini kasus positif hanya ada di lokasi perusahaan Gas LNG Tangguh. Kalau laporan dari kampung atau distrik yang ada di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni tidak ada penambahan kasus positif Covid-19,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, Tim Satgas Covid -19, sudah pernah berkunjung ke LNG Site untuk memonitor dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di wilayah proyek tersebut.
Adapun rekomendasi yang disampaikan kepada pihak BP melalui pertemuan zoom meeting dengan dr. Bambang sebagai penanggungjawab penanganan Covid-19 di LNG Tangguh, yakni pertama pihak BP harus melakukan Contact Tracing atau pelacakan kontak sesusai dengan rasio yang ideal yang di rekomendasikan oleh kementerian kesehatan yaitu 1 banding 10 minimal atau 1 banding 11.
“Penanganan Covid-19 dari segi penanganan kesehatan , ada 3 T dikenal dengan Testing, Tracing dan Treatment, atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Tes, Telusur dan Tindak lanjut. Untuk kapasitas testing mereka (Lng site) sudah punya tempat pemeriksaan (laboratorium PCR ) sudah memenuhi standar dapat ijin dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan,” pungkasnya.(dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.