FKUB, Tomas, Toga Sepakat Tolak Politisasi Agama, Hoax dan Ujar Kebencian

0
116

KLIKPAPUA,BINTUNI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, dan tokoh agama, sepakat menolak politisasi tempat ibadah, tolak hoax, dan ujaran kebencian untuk mewujudkan dan mensukseskan pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.

Kesepakatan ini digaungkan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Polres Teluk Bintuni di aula Mapolres, Iguriji, Distrik Bintuni Timur, Kamis (4/4/2019).

Selain itu, hasil dari FGD adalah forum menyetujui langkah -langkah yang akan diambil dalam mengantisipasinya yakni semua tokoh agama dan tokoh masyarakat sepakat menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menolak tindakan -tindakan tidak terpuji tersebut.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Andriano Ananta, melalui Kasat Intel, AKP Julfian Sihombing mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menyamakan persepsi mencegah terjadinya isu -isu yang bisa memecah masyarakat khususnya umat beragama di Teluk Bintuni.

“Saya pertama lebih dulu menekankan bahwa berbeda itu indah, kita berbeda warna, pelangi itu indah karena bermacam -macam warna, kita sepakat ya,” katanya.

Dikatakannya, adapun imbauan yang akan disampaikan telah disepakati berbentuk surat edaran dari seluruh kelompok organisasi agama, masyarakat dan juga pemerintah.
“Selain MUI, saya minta dari Kementerian Agama untuk menindaklanjuti hal yang sama (membuat edaran himbauan), jadi termasuk itu dari Katolik nya, Protestan, Hindu, karena jangan cukup dari MUI saja, tapi harus ada versi dari pemerintahannya,” ujarnya.


Sementara itu untuk kaum pemuda, pihak kepolisian juga berharap agar turut serta menyampaikan imbauan -imbauan menolak politisasi tempat ibadah, tolak hoax, dan ujaran kebencian tersebut.

“Kita harapkan semua kaum muda berkolaborasi terus membangun menjaga situasi kemanan di Teluk Bintuni,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa toleransi di daerah itu telah terjaga dengan baik. Karena agama di Teluk Bintuni telah menjadi agama keluarga. Pasalnya, kendati demikian, sebagai daerah yang terbuka bagi siapa saja yang datang. Sudah sepatutnya semua masyarakat yang telah lama berdomisili di Teluk Bintuni tetap bersikap waspada.

“Harapan saya semua golongan tokoh gama, tokoh masyarakat sama -sama membantu. Kita punya daerah ini terbuka, siapa saja bisa masuk ke Bintuni, yang kita tidak tahu apa tujuannya, dan di sinilah sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat bisa sebagai benteng, memberikan pemahaman kepada masing -masing masyarakat dalam lebih selektif menerima informasi, kalau kita kuat kita tidak akan terpecah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, FKUB, tokoh agama tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, deklarasi menolak hoax, ujaran kebencian dan politisasi agama. (at)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.