Hasil Rapat Evaluasi, Bintuni Belum Terapkan New Normal

0
143
Rapat evaluasi kerja Tim Satgas penanganan penyebaran Covid-19, di aula Sasana Karya Kantor Bupati, SP 3, Distrik Manimeri, Selasa (16/6/2020).(Foto: Humas dan Protokol Setda Teluk Bintuni)
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, menggelar rapat evaluasi kerja Tim Satgas penanganan penyebaran Covid-19, di aula Sasana Karya Kantor Bupati, SP 3, Distrik Manimeri, Selasa (16/6/2020).
Sesuai siaran pers Humas dan Protokoler Setda Teluk Bintuni, menjelaskan bahwa Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni, Gustaf Manuputti, mengatakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada Tim Satgas tidak terlepas dari bantuan anggaran yang diberikan pemda, maka Satgas berkewajiban melaporkan evaluasi kerjanya kepada pemerintah.“Maka hari ini kita sampaikan materi berupa evaluasi bersama dengan pemda. Jadi Satgas mengambarkan kegiatan kegiatan yang dilakukan dari pertama sampai hari ini yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Dari evaluasi ini, ada masukan -masukan sebagai sarana yang memang benar benar Satgas butuhkan,” katanya.
Menurut Manuputty terkait new normal, Kabupaten Teluk Bintuni belum menerapkan new normal. Namun sudah dipastikan akan memasuki fase itu, tapi pemerintah terlebih dulu mempertimbangkan fase tersebut di daerah -daerahnya masing -masing.
“Virus ini yang didapati pada Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini merupakan suatu tantangan bagi satgas dan untuk Kabupaten Teluk Bintuni sendiri sudah 65 ribu orang yang diskrining. Saya berharap kepada seluruh masyarakat bahwa, new normal bukan dilakukan begitu saja, tetapi harus ada regulasi dari pemerintah daerah. Nanti kita melihat regulasi yang akan diberlakukan sebagai dasar untuk pemberlakukan fase new normal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw memberikan apresiasi atas kinerja dan capaian Tim Satgas Covid- 19, yang menunjukan hasil luar biasa. “Dari kerja keras para tenaga medis inilah, sampai hari ini masih tersisah 8 orang positif Covid-19 yang masih dalam perawatan. Mudah -mudahan 8 orang ini cepat sembuh sehingga Bintuni masuk zero,” kata Bupati.
Jika nanti telah sembuh seluruhnya, Bupati ingatkan semua masyarakat jangan anggap daerah ini sudah bebas dari Covid-19. Tetapi masih dalam status siaga. “Protokoler kesehatan tetap dijaga dan diterapkan. Apalagi kabupaten tetangga masih berpeluang tularkan ke kita. Dan Kalau Bintuni dinyatakan zero tapi ada yang terpapar lagi, kemungkinan bisa dari yang belum kita lacak, tapi bisa juga penularan dari luar Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.
Bupati Kasihiw menegaskan dalam satu bulan kedepan, Bintuni belum bisa menerapkan new normal. Tapi mulai membuka zona-zona distrik dan kampung dengan cara setempat. Namun arus masuk orang diperketat dan diperiksa terus. “Karena kita belum masuk fase new normal, maka dalam bulan ini akan dibagi sembako lagi, sehingga masyarakat diimbau agar jangan keluar rumah kalau tidak terlalu penting. Intinya, belum bebas dari Covid-19,” jelasnya.
Sementara untuk sarana ibadah, bisa difingsikan namun dengan pembatasan jumlah jemaat yang hadir. Serta menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. “Nantinya, Satgas akan mensosialisasikan atau melatih petugas petugas Masjid, Gereja dan Vihara agar mereka sendiri yang melayani umatnya. Jadi, jumlah jemaat di tempat ibadah dibatasi dan yang terpenting jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan,” pingkasnya. (at/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.