Antisipasi Wabah PMK,Dinas Pertanian Teluk Bintuni Turunkan Tim

0
33
Wabah PMK

BINTUNI,KLIKPAPUA.com— Antisipasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Teluk Bintuni Dinas Pertanian Teluk Bintuni akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak terutama Sapi dan Kambing yang akan dipotong pada hari raya kurban.

Kepala Dinas Pertanian Syaiful Killian ketika dikonfirmasi mengenai hal ini Selasa (21/6/2022) mengatakan, tim pemeriksa hewan ini akan fokus menerima di Distrik-distrik yang akan melaksanakan Idul Adha seperti wilayah perkotaan Bintuni, Distrik Mayado, Babo, Sebyar, Kaitaro dan Sumuri.

Meskipun hingga saat ini wabah PMK belum ada di Papua Barat termasuk Teluk Bintuni, pemeriksaan tetap dilakukan untuk antisipasi.

“Di Papua dan Papua Barat belum ada PMK termasuk di Bintuni sehingga kita melakukan pemantauan ke jalur-jalur masuknya ternak seperti pelabuhan dan jalur darat seperti jalur dari Manokwari”, kata Killian.

Memang diakui ada ketakutan dari pihak dinas kalau saja ada hewan ternak yang masuk dari wilayah luar papua, oleh karena itu pemantauan di pintu masuk Teluk Bintuni terus dilakukan.

“Kami di sini takutnya ada dari luar kita akan lihat, sejauh ini belum ada, Kita melakukan pemantauan di jalur masuk,” Katanya lagi.

Dijelaskan, menjelang hari raya kurban Idul Adha yang tahun ini Jatuh pada 9 Juli 2022, pihaknya sudah melakukan pemberitahuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Departemen Agama agar menyampaikan ke Masjid atau Mushola yang hendak memotong hewan kurban melaporkan terlebih dahulu ke Posko Kesehatan Hewan (Poskeswan) di SP 1 atau dinas Pertanian untuk selanjutnya hewan ternak tersebut diperiksa terlebih dulu.

Kita sudah bentuk tim di dinas untuk pemeriksaan hewan ternak, kita sudah melakukan himbauan kita harapkan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan”, ujar Killian lagi.

Dikatakan saat ini pihaknya sudah memiliki rumah potong hewan (RPH) dan tenaga kesehatan hewan yakni 8 orang tenaga kesehatan termasuk 2 dokter hewan namun diakui sementara ini RPH masih terbatas karena peralatan kelengkapan belum ada.(dr)

SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.