Ada Sinyal Lolos, Hasil Penilaian Eliminasi Malaria Sorsel Tunggu Sidang

0

MANOKWARI, KLIKPAPUA.com– Tim Uji Petik Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan sinyal lolos penilaian terhadap program malaria di Kabupaten Sorong Selatan.

Hal ini setelah tim assessment melalukan penilaian selama dua hari sejak Selasa (25/10/2022) di sejumlah sarana dan prasarnaa kesehatan, Puskesmas mencakup pencatatan pelaporan, laboratorium, obat-obatan dan  tata laksana kasus malaria dan wawancara ke rumah salah satu pasien yang sbelumnya pernah menderita malaria.

Nurasni, koordinator Tim Assessment Kemenkes RI dalam konferensi pers, Rabu (26/10/2022)mengungkap, Dalam Penilaian eliminasi ada tiga kriteria yang dinilai untuk mencapai eliminasi malaria.

Penilaian tersebut mencakup self assesment atau penilaian sendiri tentang kesiapan kabupaten/kota untuk memenuhi beberapa indikator dalam tools penilaian eliminasi malaria.

Tiga indikator utama sebagai syarat mutlak, yaitu Annual Parasite Incidence (API) kurang dari 1 per 1.000 penduduk, Slide Positive Rate kurang dari 5 persen dan tidak ada kasus indigenous.

“Dari penilaian kami, dari kasus-kasus yang ada semua dari hasil kajian PE itu kasus inpor, dan untuk API sudah dibawah 1, positive rate sudah di bawah 5 persen,” ungkapnya.

Ahli malaria dr. Mochammad Erfandi mengungkap Sorong Selatan masuk ke fase pemerliharan, artinya intensifikasi kegiatan malaria harus lebih baik. Mengidentifikasi daerah-daerah reseptif.

Yang menjadi masalah adalah survival migrasi, menjadi tumpuan untuk memastikan tidak ada penularan di daerah.

PE harus berjalan dengan baik, dinas kesehatan setempat memastikan anggaran dari pemerintah daerah cukup.

“Saya yakin status elimunasi untuk Sorong Selatan terpenuhi, mudah-mudahan nanti tanggal 3 November kita bisa memperjuangkan bahwa Papua pecah telur,” kata Erfandi.

Lanjut Erfandi, ini menjadi pekerjaan rumah bagi dinas kesehatan Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan ke kabupaten-kabupaten lain.

“Kalau dari tim penilai lulus, tinggal nanti diskusi di komisi sidang,” bebernya.

Senada Acep Efendi, merekomendasikan melakukan pengamatan terus menerus terutama di migrasi di pintu masuk.
Kemudian, di suatu daerah sudah tidak ada kasus malaria namun nyamuk banyak. Hal ini terjadi di daerah Moswaren.

“Pengawasan tidak boleh kendor, karena dikhawatirkan sewaktu-waktu muncul di musim penghujan,” tukasnya. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.