Bupati Umlati Apresiasi Kedatangan Kajati Papua Barat di Raja Ampat

0
57
Kajati Papua Barat, Yusuf beserta rombongan melakukan kunjung kerja ke Raja Ampat. Rombongan disambut hangat oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, Rabu.
RAJA AMPAT,KLIKPAPUA.COM- Bupati Raja Ampat beserta pejabat di lingkup Pemerintah Raja Ampat  menyambut kehadirran Kepala Kejati Papua Barat beserta rombongan  yang datang ke Raja Ampat, yang terkenal dengan pariwisatanya.
Kunjungan kerja yang dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf,SH, MH, beserta rombongan merupakan serangkaian kegiatan kunjungan dari Kejaksaan Negeri Sorong.
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengapresiasi Kajati Papua Barat yang baru pertama kali melakukan kunjungan ke Raja Ampat. “Dengan kunjungan kerja beliau ini  diharapkan kedepannya ada koordinasi dan komunikasi maupun pendampingan daripada penegakan hukum dan bantuan hukum sangat kita harapkan,” jelas Bupati Raja Ampat.
Lebih lanjut Umlati  menyampaikan kehadiran Kajati untuk berkomunikasi semua hal. “Kita tahu bahwa Covid-19  pandemi ini kan recofucing dan realokasi anggaran ini sangat hati-hati, terutama dalam penggunaan anggaran, dengan kehadiran pak Kajati  untuk memastikan apa yang kita lakukan, itu sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.
Ditambahkan Umlati, Kajati juga sempat menyampaikan  mengenai  tata ruang, sehingga akan dibahas bersama-sama bagaimana menata tata ruang sesuai kearifan lokal, dan yang berkaitan dengan hukum diatasnya.
Sementara Kepala Kejati Papua Barat Yusuf,SH,MH mengatakan Kejaksaan berkewajiban menjaga pembangunan dan hasil-hasil pembangunan.  Dalam pengawasan itu tentunya harus mengetahui secara faktual apa yang menjadi hambatan, tantangan, ancaman bagi tiap daerah.
“Secara proaktif kita mendatangi untuk mencari solusi apakah regulasi yang menghambat, ya regulasinya kita sederhanakan, sehingga semua investor yang akan memberikan modal atau investasi baik penanaman modal dalam Negeri dan luar negeri, itu dipermudahkan,” ungkap Yusuf.
 “Jangan kemudian dalam investasi, ada yang kena kemudian yang lain tidak, pastinya tidak akan ada keseimbangan, baru mau bangun sebantar taunya dipalang, sehingga hal-hal seperti ini yang harus dibahasa  bersama dengan  pemuka-pemuka adat, peradilan adat. Disederhanakan supaya kehadiran lokal wisdom  itu melakukan penguatan terhadap kedatangan investor,” tambahnya. (aa)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.