Pemerintah Papua Barat Dapat Kuota 10 Ribu Petani Milenial 

0
101
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Pemerintah Provinsi Papua Barat mendapatkan kuota sebanyak 10 ribu untuk Petani Milenial. Dengan dilakukannya peluncuran Program Petani Milenial menjadi motivasi dan semangat untuk mendorong para Milenial yang ada di Provinsi Papua Barat agar bisa melihat berbagai peluang yang ada, terutama di bidang pertanian.
“Sehingga kita harapkan agar mereka bisa menjadi petani-petani yang modern, petani yang memahami aplikasi-aplikasi teknologi yang ada dan bisa ikut bersaing dengan petani-petani lain, terutama petani yang ada di luar Papua dan Papua Barat,” kata Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat ditemui usai peluncuran Program Petani Milenial di Swiss-Belhotel, Kamis (20/5/2021).
Menurut Gubernur,momen yang terjadi saat ini menjadi sejarah baru untuk mendorong, dan memotivasi petani-petani milenial, agar kedepan petani-petani milenial ini bisa berhasil. “Bisa pakai kaca mata riben, pakai dasi dan bisa taruh siku di atas mobil, sehingga tidak semua warga masyarakat kita berbondong-bondong  untuk menjadi PNS, TNI dan Polri, namun kita harus melihat masih banyak peluang yang masih ada selain jadi PNS, Polri dan TNI,” jelasnya.
OPD terkait kata Gubernur, harus terus aktif membina petani-petani milenial agar mereka bisa maju dan berkembang. Gubernur juga mengimbau kepada kepala daerah kabupaten/kota dengan diberikan 10 ribu petani milenial oleh pemerintah pusat, agar bisa dibentuk dalam kelompok-kelompok usaha, dan harus melihat kebutuhan-kebutuhan mereka seperti apa. “Ini program Pemerintah Pusat dan sudah pasti juga pemerintah Pusat akan memberikan dukungan, yang penting kita juga harus pro aktif, sehingga kita harapkan ada 10 ribu ini terbagi di semua kabupaten/kota,” tandasnya.
Sementara Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menambahkan Pemerintah Pusat memberikan kuota kepada Provinsi Papua Barat 10 ribu petani milenial. Yang disebut petani, bukan mereka saja yang mencangkul, bercocok tanam, tetapi mereka yang menjadi pelaku usaha disektor pertanian. “Lalu mereka yang mendorong teknologi berbasis pertanian, tanaman pangan, ketahanan pangan dan juga eksport. Kita mendorong anak-anak asli Papua khususnya menjadi eksportir. Kita berharap anak-anak muda yang ada di Papua Barat nantinya menjadi pelaku usaha sampai ke eksport,” harap Billy.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.