Gara-gara Rebutan Kursi Ketua DPRD Pegaf,  Kader PDIP Blokade Jalan

0
108
Pendukung Onhy Nuham memblokade jalan menuju ibukota Kabupaten Pegaf.(klikpapua.com)

PEGAF,KLIKPAPUA.COM– Setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilu di Kabupaten Pegunungan Arfak, kini kader PDI Perjuangan saling sikut memperebutkan kursi ketua DPRD setempat.

Yustus Dowansiba yang juga sebagai ketua DPD PDIP Pegaf mengklaim dirinya berhak mendapatkan kursi pimpinan DPRD karena dirinya telah berpengalaman dan sudah menjadi kader sejak lama. Sementara, Onhy Nuham menyatakan dirinya berhak menjadi ketua DPRD karena perolehan suaranya lebih banyak dibandingkan dengan caleg lainnya.

Sejak ditetapkan oleh KPU Pegaf beberapa waktu lalu, Yustus Dowansiba dan Onhy Nuham terus berebut kursi pimpinan DPRD Pegaf. Terbaru, dari perselihan mereka,  pendukung Onhy Nuham memblokade jalan menuju ibukota Kabupaten Pegaf. Ruas jalan Manokwari-Pegaf  lumpuh total akibat aksi pemalangan tersebut.

Dari spanduk yang dibentangkan oleh pendukung Onhy Nuham, mereka menuntut pimpinan partai PDIP pusat hingga provinsi Papua Barat datang dan menjelaskan kepada mereka terkait mekanisme pemilihan ketua DPRD di dalam partai berlambang banteng ini.

Kapolsek Anggi, Ipda Lukas Rosihol, di jumpai di Distrik Anggi,Senin (21/10/2019) membenarkan aksi pemalangan tersebut. Dijelaskan, bahwa aksi palang jalan  oleh pendukung Onhy Nuham di lakukan tepat di Kampung Penibut, Distrik Hingk. “Iya benar, tadi sekitar pukul 12:00 WIT, jalan menuju Anggi di palang oleh pendukung salah satu kader PDIP,” kata Kapolsek.

Dari keterangan yang diberikan oleh Kapolsek Anggi, aksi pemblokadean jalan yang dilakukan oleh pendukung Onhy Nuham berawal dari adanya informasi yang menyatakan Yustus Dowansiba sudah di angkat menjadi ketua DPRD Pegaf. Hal tersebut memancing amarah dari pendukung Onhy sehingga melakukan pemblokadean jalan menuju Distrik Anggi. “Hasil komunikasi kami dengan pak Onhy, bahwa yang mereka tuntut terkait perebutan ketua DPRD Pegaf,”  katanya.

Kapolsek pun menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, masalah tersebut bisa dibicarakan dan diselesaikan di dalam internal PDIP. “Masalah ini sebenarnya adalah masalah internal partai,  kejadian seperti ini banyak merugikan masyarakat umum,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan,  pihak kepolisian telah menjalin komunikasi dengan kedua kader PDIP ini. Selain itu, pihak kepolisian juga tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota TNI Koramil 06 Anggi.

“Kami telah berkoordinasi dengan kedua belah pihak, Baik dari pak Onhy dan pak yustus. kami dari pihak keamanan mengharapkan kejadian ini dapat terselesaikan dengan baik, sehingga Kamtibmas dapat terjaga,” pungkasnya.(rsl/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.