BPBD Pegaf Segera Petakan Wilayah Rawan Bencana

0
714

KLIKPAPUA.COM, PEGAF – Sekretaris BPBD Pegaf,  Terry dowansiba mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) akan segera memetakan zona rawan bencana di daerah itu.

Pasalnya Kabupaten Pegaf merupakan salah satu daerah di Papua Barat yang tingkat bencana alamnya tinggi.

Kondisi geografis wilayah Pegaf yang berada di ketinggian,  dan kontur tanahnya yang berpasir, sangat mudah terkena bencana longsor dan banjir.

“Hampir keseluruhan wilayah di Pegaf rawan longsor dan banjir,” ungkap Terry, di Distrik Anggi, Rabu (8/5/2019).

Untuk menindaklanjuti program tersebut, BPBD akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan juga dari Universitas Papua (Unipa) untuk melakukan pemetaan wilayah rawan bencana di daerah itu.

“Sebelumnya kami belum pernah melakukan pemetaan,  baru tahun ini kami anggarankan. Mungkin bulan Juli-Agustus kami akan turun lapangan,” katanya.

Selain itu,  Terry  mengungkapkan,  BPBD akan membangun posko bencana untuk memantau wilayah rawan bencana maupun untuk mengontrol daerah yang terkena bencana di 166 kampung dan 10 distrik di daerah itu.  “Tahun ini, kami membangun satu pos,  tempatnya kami belum tahu,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut,  Terry mengatakan,  untuk melibatkan pihak BPBD Pegaf dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di daerah tersebut.

Ia berpendapat dampak dibendungnya aliran sungai danau Anggi dan Anggi Gida dapat mengakibatkan volume air naik.  Akibatnya lahan pertanian dan pemukiman warga di sekitar bantaran sungai dapat tergenang air.    Hal ini menurutnya,  diperlukan kajian mendalam untuk menanggulangi potensi bencana akibat pembangunan tersebut.

“Air sungai ketika dibendung pasti akan naik,  aktivitas masyarakat disekitar sungai ikut terganggu,”tutupnya. (rsl/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.