Komisi B DPRD Mansel Rapat RDB Bersama Mitra OPD

0
118
Komisi B DPRD Manokwari Selatan bersama OPD yang menjadi mitra komisi foto bersama usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (17/9/2020) di kantor DPRD Mansel. (Foto: Andi/klikpapua)
MANSEL,KLIKPAPUA.COM – Komisi B DPRD Manokwari Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (17/09/2020) kantor DPRD di Oransbari. Agenda RDP membahas tentang program kerja beberapa OPD yang telah dilaksanakan dan yang akan direncakan tahun 2021.
RDP ini merupakan bentuk fungsi pengawasan pelaksanaan peraturan daerah dan penggunaan Anggaran Pembiayaan Belanja Daerah (APBD). RDP ini dibuka oleh Wakil Ketua I, Luther Waran dan didampingi Ketua Komisi B, Yohanis Inyomusi dan dihadiri pimpinan OPD dari dinas Pertanian, Perindagkop, Pariwisata dan Kebudayaan serta sejumlah anggota Komisi B.
Ketua Komisi B, Yohanis Inyomusi saat di konfirmasi via telepon mengatakan, dari hasil laporan beberapa pimpinan OPD, sejumlah program sudah mereka laksanakan, tapi masih ada juga yang belum akibat reforcusing anggaran. “Karena beberapa anggaran dialihkan untuk anggaran Covid-19,” tuturnya.
Di Dinas Pertanian misalnya, program yang sudah dijalankan pencanangan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. Komisi B sendiri mendukung program tersebut. “Selain itu kami menyampaikan agar dinas terkait memperhatikan masyarakat, khususnya OAP, agar diberikan pendampingan dalam hal beternak, seperti cara membuat kandang yang baik dan cara memelihara ternak,” katanya. Sedangkan di Dinas Perindagkop, Komisi B mendorong agar lokasi pasar yang baru dibangun  dilengkapi sentral khusus, ada pasar dan terminalnya.
Selain itu, Komisi B juga menyampaikan kepada dinas terkait agar pedagang di Pasar Kenangan Ransiki, agar direlokasi di pasar baru. Namun kendalanya, jumlah los di pasar yang baru dibangun lebih sedikit dari jumlah pedagang yang akan direlokasi, sehingga hal itu masih menjadi persoalan.
Sedangkan pemerintah pusat mengharapkan pasar yang sudah dibangun segera diaktifkan, sehingga menjadi indikator terkait dengan penilaian bahwa lokasi itu sudah aktif, agar mereka bisa menurunkan program untuk pembangunan pasar modern yang telah di janjikan oleh Pemerintah Pusat.
Tanggapan Komisi B kepada pemerintah daerah melalui Dinas Perindagkop, agar membuat terobosan untuk merelokasi pedagang yang ada di Pasar Kenangan Ransiki ke pasar baru. “Kami berharap agar los yang ada agar di tambah, sehingga mereka bisa dipindahkan, memang saat relokasi pasti ada persoalan, tetapi langkah demi langkah kita pasti bisa,” katanya.
Harapan Komisi B juga agar Dinas Perindagkop menyiapkan hal itu dengan sebaik mungkin, sehingga pedagang yang ada dapat menerima dengan baik. “Baik itu saudara kita nusantara maupun mama-mama Papua untuk mereka tempati berjualan di situ, sehingga itu dapat menjadi acuan untuk di datangkannya pasar modern nantinya,” ujarnya.
Khusus Pariwisata sendiri Komisi B sarankan agar membuat project untuk memfokuskan lokasi pariwisata, contoh pariwisata di Gunung Botak dan Pariwisata  Oransbari Hutan Mangrove, sehingga nanti meenjadi tolak ukur. “Karena pariwisata ini merupakan salah satu aset  di Manokwari Selatan. Apabila itu dikelola dengan baik dapat mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah,” tutupnya. (eap)

Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.