Basarnas Manokwari Gelar Pelatihan Bagi Potensi SAR di Mansel

0
219

MANSEL,KLIKPAPUA.com- Dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia di bidang pencarian dan pertolongan, Basarnas Manokwari memberikan pelatihan teknis pertolongan di permukaan air bagi potensi pencarian dan pertolongan di Kabupaten Manokwari Selatan.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung di Pendopo Baypas Ransiki dan dibuka oleh Sekda dr. Hengky V. Tewu pada Senin (7/3/2022) serta di ikuti oleh 50 peserta dari berbagai instansi, di antaranya, TNI/Polri, BPBD, Pariwisata, Dinsos dan beberapa instansi terkait di Manokwari Selatan.

Kepala Kantor SAR Manokwari, Monce Bruri S.IP, saat ditemui awak media menuturkan, pelaksanaan pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama enam hari . “Kita akan berikan pembekalan materi kepada peserta selama 2 hari di sini, kemudian akan dilanjutkan di Pantai Bobo,” terangnya.

Untuk peserta pelatihan,diberikan materi dasar medis untuk P3K (pertolongan pertama), serta pengenalan teknik pertolongan di air.Untuk aplikasinya akan dilaksanakan di Pantai Bobo.

“Peserta nantinya, akan kita bagi dalam 4 kelompok sesuai dengan materi diberikan, nantinya mereka akan bergilir, karena kelasnya sudah kelas lapangan maka kami akan bagi untuk perkecil,” katanya.

Ia berharap, peserta pelatihan, minimal dapat mencoba melaksanakan. Artinya, peserta bukan hanya mendengar saja, tetapi mereka bisa langsung mempraktekkan di lapangan sesuai materi yang diberikan.

Maksud dan tujuan dilakukan pelatihan di Mansel,lanjut Monce,karena Basarnas belum ada pos di daerah ini, sehingga dengan melatih teman-teman potensi di sini, diharapkan ketika terjadi sesuatu tentang kemanusiaan semacam operasi SAR. Nanti, teman-teman potensi di Mansel ibarat kepanjangan tangan dari Basarnas Manokwari. “Nanti kami akan back up dari belakang melihat jarak tempuh dari Manokwari dengan Mansel cukup jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Mansel, dr. Hengky Tewu mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan oleh Basarnas Manokwari. “Pelatihan ini sangat penting untuk menyatukan semua potensi. Karena ketika ada bencana setidaknya potensi sudah pernah mengikuti pelatihan sudah memiliki bekal ketika terjadi suatu bencana untuk di aplikasikan,” ujarnya.(eap)

Oleh karena itu, diharapkan kepada peserta yang mengikuti pelatihan agar benar-benar mengikuti latihan dengan baik, dan dapat belajar dengan baik dari para instruktur. (eap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.