Ustad Solmed Ajak Jamaah Sholat di Masjid

0
262
Ustad Solmed membawakan tausyiah di Masjid At-Taqwa Kampung Makassar, Wosi, Manokwari.

MANOKWARI, KLIKPAPUA–Ustad Soleh Mahmoed Nasution atau biasa disapa Ustad Solmed mengajak umat Muslim untuk sholat di masjid.

“Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Sehingga apabila Allah meminta kita untuk mendekatkan diri kepadaNya, maka sebagai hamba kita patut berterima kasih,” kata Ustad Solmed saat menjadi penceramah pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa, Kampung Makassar, Manokwari, Papua Barat, Kamis (11/4/2019) malam.

Ustad Solmed dalam tausyiahnya mengajak jamaah untuk meringankan langkah ke masjid. Karena bagi yang tidak sholat, kata ustad Solmed, kelak akan menerima balasan, yakni Neraka. “Harusnya kita sadar, panasnya api dunia saja kita takut, apalagi nerakaNya Allah. Orang yang tidak mau sholat, berarti siap dibakar di nerakanya Allah,” kata Ustad  Solmed.

Lanjut peraih juara umum lomba pidato dan ceramah Nasional di Masjid Istiqlal ini mengatakan, meskipun dunia berubah menjadi satu api, tidak akan sama dengan neraka. “Kena asap saja sudah hangus kita. Andaikan asap neraka itu keluar. Sebesar lubang hidung sapi, hangus dunia. Baru asapnya doang, kita sudah terbakar. Bagaimana nanti klo kita direbus dalam apinya,” tanya dia kepada jamaah.

Selain itu diakhirat nanti, kata ustad Solmed, tidak ada namanya kematian. “Semua orang yang akan tinggal di akhirat nanti tidak ada yang mati. Yang di surga hidup. Yang di neraka hidup. Di hancurkan dalam keadaan hidup. Terus tidak ada matinya.”

Ajakan sholat ini disampaikan untuk semua jamaah, agar setelah memperingati Isra Mi’raj, maka masjid diharapkan terisi menjadi penuh. “Aamiin…..”dijawab ratusan jamaah yang hadir. “Aamiin”.

Lanjut Ustad Solmed, tak lama lagi umat Muslim akan memasuki bulan Ramadhan, akan ada proses latihan. “Latihan sholat yang banyak, dan hukumnya sunnah. Dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjakan, rugi. Dulu, kita dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjakan, tidak apa-apa. Ya bisa-bisa tidak dikerjain semua,” disambut tawa jamaah.

“Pokoknya sekarang kita ganti definisi sunnah, dikerjain dapat pahala, tidak dikerjain, rugi. Kapan lagi  kita nikmati sholat sunnah, kapan lagi kita nikmatin sholat tarawih. Kalau tidak 29 hari, 30 hari. Dan hanya ada di bulan Ramadhan,” sambung alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Ia berharap dengan datangnya bulan Ramadhan, bulan latihan, maka akan semakin banyak umat Muslim yang datang sholat di masjid.

Ustad Solmed sebelum berada di Masjid At-taqwa, sorenya berada di Masjid Ridwanul Bahri, setelah mengunjungi Sorong dan Teluk Bintuni. (bustam)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.