Ulah Oknum Polisi, Warga Roudi Marah, Kapolres Deddy Minta Maaf

0
367
Kapolres Manokwari AKBP Deddy Foury Millewa SH, SIK,MIK dan Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Y Krey melakukan pertemuan bersama warga Roudi, Selasa (28/4/2020).(Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Warga Roudi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, melakukan aksi bakar ban dan blokade jalan, Selasa (28/4/2020). Aksi itu dilakukan buntut kekecewaan warga Roudi terhadap seorang oknum polisi yang diduga menodongkan senjata api laras panjang kepada Ketua RT 02 Roudi, Dina Rumbruren.
Dina Rumbruren menjelaskan, beberapa waktu lalu mereka telah melakukan pertemuan bersama perwakilan Polres,RSUD, Tim Gugus Covid, Kepala Lurah Manokwari Barat beserta warga. Hasilnya semua setuju membuat portal di jalan masuk Roudi. Saat itu menurutnya, hadir perwakilan Polres.“Kami bertanya apakah diijinkan membuat portal jalan untuk dalam membatasi keluar masuk orang di lokasi Roudi  dalam situasi Covid-19 dan begal, pihak keamanan menyampaikan harus melapor dan meminta ijin, selang 30 menit anggota polisi kembali dan mengatakan diperbolehkan untuk membuat portal,“ jelas Dina Rumbruren.
Menurutnya, portal itu tutup pukul 22:15 WIT, namun dijaga oleh warga secara bergantian, guna mengantisipasi jika nanti ada anggota Polres tiba-tiba harus keluar, maka ada yang membuka portal tersebut. “Namun semalam EK yang berboncengan dengan ceweknya berteriak kenapa harus pasang portal. Saya sudah berbicara dengan baik, namun oknum EK ini menodongkan senpi laras panjang ke saya,” jelas Dina Rumbruren saat melakukan pertemuan bersama Kapolres Manokwari dan Kabid Humas Polda Papua Barat.
Tidak terima dengan perlakuan oknum anggota tersebut, pihaknya sempat melapor ke Polres Manokwari, tapi diarahkan ke Polsek. “Rencana pagi ini jam 09:00 WIT kami disuruh kembali ke Polsek untuk menyelesaikan masalah itu. Tapi datang anggota dengan trek yang mau masuk, hanya saja portal tidak dibuka oleh anak-anak di Roudi, karena mereka kecewa dengan kejadian malam. Mereka minta selesaikan dulu di Polsek, tapi anggota turun dari trek dan membokar portal, sehingga itu yang memicu kemarahan anak-anak di Roudi, sehingga mereka melakukan aksi pembakar ban dan lain-lain,“ bebernya.
Warga Roudi bakar ban dan memblokade jalan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
Pihaknya meminta EK diproses hukum. Karena menurut Dina Rumbruren, bukan kali ini saja aksi itu lakukan. “Sudah sering, kami masyarakat awan ditodong dengan senjata yang seharusnya digunakan untuk menjaga kita, apalagi itu barang milik Negara, jadi kami minta EK segera diproses atau dipindahkan,” tegasnya.
Kapolres Manokwari AKBP Deddy  Foury Millewa SH, SIK,MIK dalam pertemuan itu meminta maaf kepada warga Roudi atas tindakan EK. “Kami upayakan hari ini kami cari yang bersangkutan, karena yang bersangkutan sudah bertindak diluar batas. Untuk EK  bapak dorang tidak usah cari nanti kita yang cari,” jelas Kapolres.
Untuk pemasangan portal Kapolres menyetujuinya. “Nanti besi portal akan dikembalikan kepada warga, sehingga warga Roudi juga diharapkan bisa membantu kami pihak keamanan, dimana jika nantinya melihat adanya yang dicurigai masalah begal dan lain-lain laporkan kepada kami, supaya kami yang tangani,” harap Kapolres. (aa/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.