MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Sebagai tuan rumah, Kontingen Papua Barat datang dengan kesiapan matang dan keyakinan tinggi untuk meraih hasil terbaik di ajang Pesparawi Nasional XIV.
Namun di balik target prestasi, makna yang lebih dalam dipegang teguh, seluruh penampilan dipersembahkan sebagai ungkapan pujian dan kemuliaan bagi Tuhan.
Pelatih tim, Elizabeth Nana, mengungkapkan persiapan telah berjalan intensif selama lima hingga enam bulan. Proses dimulai sejak tahap audisi pada bulan Desember lalu, dilanjutkan dengan latihan rutin dan pengasahan kemampuan secara bertahap hingga hari pertandingan.
“Mereka berlatih sungguh-sungguh sejak awal. Bagi kami, tujuan utama bukan sekadar menang, melainkan memuliakan Tuhan lewat talenta yang diberikan. Semua yang kami persembahkan datang dari hati dan dikembalikan untuk kemuliaan-Nya,” tegasnya di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat, Senin (21/6/2026).
Selain latihan vokal dan teknik, kekuatan spiritual juga menjadi perhatian utama. Para peserta secara rutin menggelar doa bersama dan ibadah puasa untuk memantapkan hati dan ketenangan saat tampil di panggung.
Terkait hasil akhir, Elizabeth menyampaikan harapan terbaik, namun tetap bersikap lapang dada. “Tentu kami ingin meraih pencapaian maksimal, tapi keputusan ada di tangan dewan juri. Apa pun hasilnya, kami sudah memberikan yang terbaik dan siap menerimanya dengan ikhlas,” ujarnya.
Ini menjadi pengalaman pertama Elizabeth memimpin langsung kontingen Papua Barat di ajang tingkat nasional, setelah sebelumnya terlibat dalam proses pembinaan pada Pesparawi Nasional XIII di Yogyakarta tahun 2022.(rls/red)





















