Tingkatkan Kapasitas SDM Kehumasan, Bawaslu Papua Barat Gelar Bimtek

0
61
Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi (HHDI) Bawaslu Papua Barat, Muh. Nazil Hilmie saat menyampaikan pengantar di Bimtek peningkatan kapasitas kehumasan, peliputan dan pendokumentasian di Manokwari, Kamis (16/6/2022). (Foto: Bustam/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Bawaslu Papua Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas kehumasan, peliputan dan pendokumentasian, dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelolah kehumasan, yang berlangsung sehari di Hotel Oriestom Bay, Manokwari, Kamis (16/6/2022).
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut  yakni anggota Bawaslu yang membidangi Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar lembaga dan staf pengelola kehumasan  di sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se- Papua Barat.
Bimtek ini menghadirkan nara sumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat Bustam, dan Pimpinan Redaksi Papua Barat News Samuel Sirken.
Sekretaris Bawaslu Papua Barat, Benediktus Wahon mengatakan, humas adalah corong lembaga, harus mampu menyusun berita yang baik dan benar. “Bantu kami narasumber agar kedepan humasnya bisa lebih baik lagi. Karena hajatan politik ini sudah mulai, jadi humas ini penting, corongnya Bawaslu,” kata Benediktus, saat pembukaan.
Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi (HHDI) Bawaslu Papua Barat, Muh. Nazil Hilmie mengatakan, hampir tiap hari masyarakat enggan datang ke kantor, mereka cukup melihat lewat media maupun medsos.
“Contoh saja kemarin, saat kita launching tahapan pemilu 14 Juni, kita ada apel pengawasan, itu untuk wilayah Papua Barat hampir-hampir dianggap KPU tidak ada berita tentang ini. Ini mereka cek,” katanya.
Dari hasil evaluasi Bawaslu RI, Bawaslu Papua Barat baru menggunakan medsos pribadi, bukan medsos fanpake, sehingga mengatasnamakan Bawaslu oleh algoritme facebook kurang banyak dibaca orang.
“Kita dikasih  catatan untuk benahi facebook, instagram dan whatsaap.Itu harus dialihkan ke fanpake, sehingga diverifikasi dapat centang biru, dan itu dapat meningkatkan followers,” ungkapnya.
Selain itu, di Papua Barat kurang menggunakan youTube. Sedangkan di daerah lain, youTube sudah mewabah. “Kita di Papua Barat kurang tau kendalanya dimana? Mulai sekarang kita juga buat youTube,” katanya. Bahkan untuk menembus kalangan remaja, dapat menggunakan aplikasi tiktok. “Ini generasi milenial yang harus kita raih, karena mereka juga butuh informasi tahapan pemilu,” tutur Nazil.
Plt. Ketua Bawaslu Papua Barat, Marleny Momot sebelum membuka resmi bimtek tersebut mengatakan, bahwa ini merupakan kegiatan awal yang akan memperkenalkan Bawaslu.
“Seharusnya kita sudah memulainya sejak awal, sehingga setiap kegiatan kita dapat mendokumentasikan itu, inilah Bawaslu. Memang awal agak rumit, tapi bagaimana kita mengkomunikasikan itu, kita bisa memulainya dengan stakeholder pemilu, ataupun memulai dengan kegiatan sosial. Lalu kita bisa mengundang media juga, bahwa kami Bawaslu ada,” katanya.
Karena menurut Marleny, tidak semua orang paham tentang Bawaslu, sehingga melalui Bimtek ini diharapkan setiap kabupaten/kota bisa menyampaikan kepada publik, apa saja yang dilakukan Bawaslu di tiap tahapan lewat berita. (bm)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.