Tingkatkan Daya Saing, UMKM Mendapat Pelatihan Kewirausahaan dari BI Papua Barat

0
218
UMKM binaan BI Papua Barat mengikuti pelatihan kewirausahaan dari BI Papua Barat. (Foto: Humas BI Papua Barat/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM—Sehubungan dengan dampak Covid-19 yang menyebabkan penurunan jumlah permintaan dan jumlah produksi UMKM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan kegiatan pelatihan kewirausahaan kepada UMKM binaan BI Papua Barat dengan topik kewirausahaan dan penyusunan laporan keuangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia  Provinsi Papua Barat, S. Donny H. Heautubun, Jumat (8/5/2020) menjelaskan, pelatihan ini merupakan wujud upaya BI Papua Barat dalam mendukung peningkatan daya saing UMKM khususnya di masa pandemi Covid-19.
Rangkaian kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada bulan April dengan melibatkan 3 UMKM binaan BI Pabaryaitu UMKM Abon Ikan Laut Miareto Kota Sorong, UMKM Sari Pala Danaweria Fakfak, dan UMKM Keripik Sukun Efata Manggoapi Manokwari. Pelatihan diikuti oleh 23 orang anggota UMKM binaan BI Papua Barat yang diselenggarakan melalui media digital meeting mengingat terdapat imbauan dari Pemerintah untuk melaksanakan social/physical distancing.
Menurut Donny, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh Konsultan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Papua Barat didampingi oleh Tim Pelaksana Pengembangan UMKM BI Papua Barat.

 

Pelatihan diawali dengan materi kewirausahaan dilanjutkan materi pengelolaan laporan keuangan UMKM dan praktek pencatatan laporan keuangan sederhana. Kegiatan pelatihan diikuti oleh seluruh peserta dengan antusias. Selama pemaparan materi, peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kemudian dilanjutkan diskusi dampak Covid-19 terhadap UMKM dimaksud serta hal terkait lainnya. Di samping materi tersebut di atas, disampaikan juga pengenalan mengenai Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) berupa video tutorial penggunaan SIAPIK.

SIAPIK merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia sebagai alat bantu bagi pelaku UMKM guna memantau kondisi keuangan usahanya. Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkanmampu memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga dapat memperkuat keberlangsungan usaha. Selain itu, penggunaan SIAPIK juga dapat menciptakan budaya tertibuntuk memisahkan pencatatankeuangan usaha dengan keuangan rumah tangga.
Penggunaan SIAPIK juga diharapkan mampu menjadi alat bantu untuk membuka akses keuangan antara petani dan pelaku UMKM dengan perbankan/lembaga keuangan. Lembaga keuangan cukup meminta informasi dari SIAPIK untuk menilai kelayakan penyaluran kredit kepada UMKM. Kredit produktif merupakan salah satu pendorong untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian. “Sehubungan dengan itu, melalui kegiatan ini kami berharap agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan,” kata Donny.
Melalui kegiatan ini, di samping memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang materi pelatihan, pelaku UMKM binaan BI Papua Barat juga membuktikan bahwa mereka telah sanggup menggunakan teknologi sebagai sarana baru pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. (rls/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.