Terpilih Aklamasi, Paulinus Baru Nahkodai Lemata

0

MANOKWARI, KLIKPAPUA.com- Vicentius Paulinus Baru resmi terpilih secara aklamasi memimpin Lembaga Masyarakat Adat Tanbrauw (Lemata) melalui sidang Musyawarah Adat (Musdat) pada, Jumat (20/1/2023) di aula Rumah Sakit Pratama Tambrauw.

Untuk menahkodai Lemata, Paulinus dibantu oleh Wakil ketua Gabino Syufi dari suku Ireres, Sekretaris Melvin Wasabiti dari suku Mpur.

Paulinus kepada wartawan menjelaskan, untuk menjalankan Lemata, dia akan merangkul seluruh suku yang ada di kabupaten Tambrauw.

“Komposisi yang lain akan diisi keterwakilan dari Suku Abun, Suku Biak di Tambrauw, Suku Moi di Tambrauw, intinya kita libatkan semua pemuda dalam pengurus,” kata pria yang akrab disapa Paul.

Paul mengutarakan, atas kesepakatan tua-tua adat, kepala suku dan kepala LMA kabupaten Tambrauw. Pada tahun 2022, Pulinus Baru diberikan mandat untuk membentuk kembali panitia Musdat Lemata. Sebelumnya, telah terbentuk sejak tahun 2019, dan mengalami kendala hingga terselenggara di awal tahun 2023.

Setelah terbentuk panitia, pada November 2022 panitia telah melakukan sosialisasi di Sorong, Sausapor, Kebar, Fef bersama tokoh-tokoh dan kepala suku terkait rencana kegiatan.

Kegiatan secara umum berjalan dengan baik, meski sempat mendapat penolakan. Paul menganggap, hal itu merupakan bagiana dari dinamika.

“Proses sudah berjalan, selanjutnya kita fokus menyelesaikan laporan kepada pemerintah, mendaftar ke Kesbangpol dan lainnya. Kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” terangnya.

Menurut Paul, yang terpenting adalah Lemata adalah rumah bersama sebagai wadah bertemunya tua-tua adat, kepala suku dan kepala LMA untuk membahas persoalan pembangunan di Negeri Konservasi.

Kemudian, Paul menepis soal tudingan masa yang sempat menolak diselenggarakkannya Musdat, bahwa Lemata akan menghapus kewenangan suku, pernyataan tersebut dinilai keliru. Karena, dalam musdat melibatkan semua suku, tua-tua adat dan ketua LMA.

“Lembaga ini hanya mengurus ruang tamu, jika diibaratkan seperti itu. Bagaimana mempertemukan para kepala suku, ketua LMA dan tua-tua adat dalam satu ruangan untuk membicarakan masalah pembangunan di daerah ini,” bebernya.

Paul mengatakan, setelah terbentuknya Lemata, Ia berupaya menghadirkan rumah bersama di Fef, dan akan menulis semangat kebangkitan masyarakat Tambrauw dalam bentuk buku.

“Hal ini seperti yang direkomendasikan dalam musyarawarah bahwa menulis kembali sejarah pemekaran kabupaten Tambrauw,” tukasnya. (dra)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.