Terkendala Faktor Keamanan, Tiga Blok Sensus di Maybrat Tak Dijangkau Petugas SP2020 Lanjutan

0
Sensus di Maybrat
Para petugas saat mengolah data SP2020 Lanjutan di kantor BPS Papua Barat. (Foto: Elyas/Klikpapua)

MANOKWARI, KLIKPAPUA.com— Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia menyebut bahwa Sensus Penduduk 2020 (SP2020) Lanjutan atau Long Form yang diselenggarakan sejak Mei-Juni 2022 telah usai, kini memasuki tahap pengolahan data.

Maritje mengatakan, dalam melakukan pendataan SP2020 lanjutan, ada beberapa daerah yang tidak dapat dijangkau oleh petugas lapangan karena mempertimbangkan faktor keamanan seperti di kabupaten Maybrat.

“Pendataan SP2020 Lanjutan sudah selesai Juni lalu. Ada beberapa daerah yang tidak bisa dijangkau petugas di lapangan. Mohon maaf, karena kami juga harus menjaga keamanan dan keselamatan petugas, tetapi dari sisi statistik kami akan menghasilkan data agregat dan bisa secara representatif mewakili kondisi wilayah masing-masing,” Kata Maritje, Jumat (15/7/2022)

Akibat faktor keamanan, beberapa wilayah di kabupaten Maybrat ada tiga blok sensus yang tidak bisa didatangi oleh petugas lapangan setempat.

“Kita dapat laporan dari teman-teman kabupaten (Maybrat) mereka tidak berani dan saya sendiri pernah koordinasi dengan pak Kapolda sebelumnya (Irjen. Pol. Dr. Tornagogo Sihombing) dan beliau sarankan kalau bisa jangan turun, kami juga perlu mitigasi,” bebernya

Dijelaskan tiga blok yang dimaksud merupakan blok sensus wilayah observasi satu distrik terbagi beberapa kampung, per kampung bisa mencapai beberapa blok sensus.

Namun, secara representatif masih bisa menggambarkan kondisi penduduk Kabupaten Maybrat.

Selain kabupaten Maybrat, daerah yang kurang mencapai target yakni kabupaten Pegunungan Arfak. “kita anggap non respon, jadi ada wilayah-wilayah yang tidak mencapai target kita, karena penduduknya tidak cukup. Misalnya, dalam satu blok sensus kita butuhkan 16 rumah tangga, tapi ternyata tidak sampai segitu,” imbuhnya

Dijelaskan juga, saat ini BPS telah memasuki tahap pengolahan data, sudah ada empat kabupaten yang hasilnya dikirim ke pusat pengolahan BPS Provinsi Papua Barat.

“sudah 100 persen yaitu kota Sorong, kabupaten Sorong, kabupaten Tambrauw dan kabupaten Bintuni. Sementara kabupaten lain masih dalam proses, belum 100 persen pengiriman tetapi lapangannya sudah selesai sejak Juni lalu. Saat ini sementara olah, semoga hasilnya bisa kita rilis di awal Januari 2023,” tutupnya.(dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.