BPS: Jumlah Penduduk Miskin Papua Barat 218,78 Ribu Orang Per Maret 2022

0
Penduduk Miskin Papua Barat

MANOKWARI, KLIKPAPUA.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat melaporkan tingkat kemiskinan di Papua Barat pada Maret 2022 turun dibandingkan dengan September 2021.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia saat merilis data kemiskinan dan ketimpangan Provinsi Papua Barat, menjelaskan persentase kemiskinan di Papua Barat turun sebesar 0,49 persen poin dibanding September 2021.

“Secara absolut, pada periode September 2021 Maret 2022 jumlah penduduk miskin menurun 2,52 ribu orang. Jumlah penduduk miskin di Papua Barat pada Maret 2022 mencapai 218,78 ribu orang. Dibandingkan September 2021, jumlah penduduk miskin menurun 2,52 ribu orang,” Kata Maritje, Jumat (15/7/2022) di Kantor BPS Provinsi Papua Barat.

Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2021, jumlah penduduk miskin turun 0,29 ribu orang. Persentase penduduk miskin pada Maret 2022 tercatat sebesar 21,33 persen, menurun 0,49 persen poin terhadap September 2021 dan turun 0,51 persen poin terhadap Maret 2021.

Selanjutnya, Garis Kemiskinan pada Maret 2022 adalah sebesar Rp665.604,- per kapita per bulan. Dibandingkan September 2021, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,00 persen. Jika dibandingkan Maret 2021, terjadi kenaikan sebesar 5,41 persen.

Garis kemiskinan per rumah tangga, merupakan gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikeluarkan oleh rumah oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya agar tidak dikategorikan miskin.

“Secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2022 adalah sebesar Rp 3.900.439, per bulan naik sebesar 2,00 persen dibanding kondisi September 2021 yang sebesar Rp3.256.080, per bulan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2022 sebesar 4,82 turun dibandingkan September 2021 yang sebesar 5,84.

Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama menurun dari 2,18 (September 2021) menjadi 1,60 (Maret 2022) Beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan selama periode September 2021-Maret 2022 di Provinsi Papua Barat antara lain, Pandemi Covid-19 yang mulai melandai, pertumbuhan ekonomi yang positif, turunnya tingkat pengangguran, dan angka inflasi yang stabil.(dra)





Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.