Rapat Kesiapan W20 dan Y20, Pj Gubernur Kaget Mendengar Anggaran yang Dibutuhkan Panitia

0
286
Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, Rabu (25/5/2022) melakukan rapat bersama panitia lokal untuk mempersiapkan iven W20 dan Y20. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Provinsi Papua Barat menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Women 20 dan Youth 20 (W-20-Y20).
Terkait kesiapan, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, Rabu (25/5/2022)  melakukan rapat bersama panitia lokal untuk mempersiapkan  iven tersebut. Rapat dipimpin langsung Pj Gubernur yang didampingi Asisten II Setda Papua Barat dan Kepala Balitbangda Papua Barat, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari.
Dalam rapat panitia, masing-masing seksi melaporkan kesiapan mereka menyambut lima ibu negara dan 75 tamu Negara. Dalam pertemuan itu, Pj Gubernur menyampaikan, sebagai tuan rumah Papua Barat harus memberikan yang terbaik bagi para tamu W20 dan Y20 yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang.
Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa sekaligus Ketua Panitia Lokal melaporkan, untuk anggaran yang dibutuhkan dalam iven tersebut awalnya Rp5 Miliar lebih, namun terjadi pembengkakan pada seksi-seksi, sehingga naik menjadi Rp10 Miliar lebih.
Untuk saat ini anggaran yang sudah terkumpul di panitia berjumlah sekitar Rp4 Miliar lebih.  “Sehingga kekurangan ini kami harapkan bisa kami dapatkan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, sponsor, BUMN dan BUMD, kemudian mitra pembangunan. Seperti pameran yang kita anggarkan sudah di hundel oleh Bank Indonesia,” ungkap Melkias.
Pj Gubernur begitu mendengar rincian biaya, ia menyampaikan,  “Saya langsung kaya lapar. Kita akan coba nanti petakan mana-mana yang kita perlu, untuk menyesuaikan anggarannya,” katanya.
Menurutnya, kehadirkan empat duta besar  dengan anggaran Rp10 Miliar dinilai terlalu besar. “Untung saya tidak sekolah barang itu, tapi pikiran saya ada di seksi-seksi. Kalau dia terlalu besar kecilkan saja, efektif, efisien, karena itu berhubungan dengan anggaran daerah kita. Panitia itu hanya melengkapi saja, jangan biasakan mau ambil untung dalam sebuah iven. Ada saatnya  saudara-saudara berpikir tentang sebuah pelayanan, hal-hal yang disampaikan tadi dari seksi-seksi yang disinggung dari dinas masing-masing, itu biaya rutin ada disitu,” jelas Waterpauw.
“Sehingga panitia tidak dibebankan seperti itu, untuk dinas-dinas pakai anggaran itu, jangan simpan barang itu, pertanggung jawabkan itu, lampirkan dengan kegiatannya, bisa to? harus bisa!. Sekali lagi bicara soal anggaran maka kita harus perlu kehati-hatian dalam penggunaan tersebut, ” tambah Waterpauw. (aa)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.