Rakor Satgas Covid-19 Papua Barat Bahas Pendidikan dan Peningkatan Beribadah Berbasis Protokol Kesehatan

0
40
Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnir. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Satgas Covid-19 Papua Barat melaksanakan rapat koordinasi,  menindak lanjuti hasil Rakerda Bupati/Walikota baru-baru ini.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnir, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/11/2020) mengatakan,  pertemuan yang dilakukan untuk menindaklanjuti penyusunan rencana aksi ataupun pematangan rencana aksi penanganan Covid-19. “Agar rekomendasi yang dihasilkan dari rapat kerja daerah yang dilaksanakan beberapa waktu lalu bisa diimplementasikan. Implementasi tersebut akan disusun dalam bentuk rencana aksi  operasi penanganan konflik di Provinsi Papua Barat,” ujar Derek.
Dalam penanganan konflik ini harus berbasis data dan informasi seperti menggunakan teknologi informasi, dan untuk data seperti yang biasanya digunakan yang saat ini.  “Dan intinya dari hasil  penanganan konflik ini kami akan meminta kepada masing-masing satuan tugas untuk menyusun rencana kerja  dan dalam waktu dekat akan kita kumpul  dan akan dibicarakan untuk kita finalkan,” ungkap Derek.
Diungkap Derek, yang akan menjadi prioritas dalam pembahasan tersebut mengenai pendidikan berbasis protokol kesehatan dan peningkatan kegiatan beribadah berbasis protokol kesehatan, karena itu merupakan prioritas yang akan ditindak lanjut.
“Prioritas yang hari ini kita matangkan adalah bagaimana pendidikan itu segera di aktifkan  dengan melihat dari pada data wilayah yang beresiko tinggi, sedang, rendah, dan tidak terpapar Covid-19. Semua itu kita petakan dengan baik untuk bisa mengeluarkan suatu kebijakan, dalam waktu dekat Kepala Dinas Kesehatan beserta FKUB  (Forum Komunikasi Umat Beragama) akan melakukan  rapat virtual bersama pemangku kepentingan yang berada di kabupaten /kota untuk mendapatkan masukkan dan akan kita petakan dalam zona,” ungkap Derek.
Dengan mendapatkan masukan dari berbagai kabupaten/kota  dengan memetakan zonasi-zonasi wilayah untuk pendidikan, sehingga keputusan apapun yang akan diambil  terutama kebijakan Gubernur harus berdasarkan data-data yang berbasis epidemologi berdasarkan pengkajian yang benar, sehingga tidak membuat kesalahan. “Keputusan ini kita akan ambil khusus untuk pendidikan secara umum hingga tingkat dasar, sehingga pertemuan kemarin menjadi fokus prioritas yang akan kita tangani untuk progres program satuan tugas ke depan,” tuturnya.
Kajian aspek epidemologi  untuk tantangan saat melakukan ibadah orang harus bernyanyi yang mengeluarkan droplet. Ini menjadikan sesuatu ancaman dan beresiko bagi warga yang sedang beribadah, tapi semua itu akan dirapat koordinasi yang dimotori oleh FKUB bersama pimpinan umat beragama yang ada, untuk mendapatkan suatu kesepakatan.(aa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.