PWI Sorong Raya Sayangkan Tindakan Kekerasan dan Diskriminasi Terhadap Wartawan

0
347

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–Sebagai organisasi pers nasional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya, Provinsi Papua Barat menyayangkan tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap sejumlah wartawan yang meliput aksi demo rasisme di Kota Sorong,beberapa waktu lalu.

“Seharusnya, masyarakat memahami bahwa tugas Wartawan adalah sebagai pewarta bukan pembawa petaka,” kata Ketua PWI Sorong Raya, Lexi Sitanala dalam rilisnya yang diterima klikpapua.com, Sabtu (7/9/2019) malam. Menurutnya, wartawan memiliki kode etik profesi sebagai pedoman menjalankan tugas.

Apabila ada wartawan yang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan orang lain,kata Lexi, itu adalah person atau pribadi oknum, bukan Profesi Jurnalis secara umum, sehingga tah seharusnya disamaratakan untuk semua wartawan.

“Sehingga masyarakat dan lembaga manapun harus melindungi wartawan saat melakukan tugas, bukan melakukan tindakan-tindakan intimidasi terhadap pewarta, sebab tidak semua merugikan masyarakat, karena ada kode etik dan aturan yang mengikat,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini Satgas Dewan Pers sedang melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan yang dialami oleh wartawan di Kota Sorong saat meliput demo rasisme. Selain itu, satgas dewan pers juga melakukan investigasi terhadap dugaan oknum wartawan yang membuat video yang dianggap provokasi.

Persatuan Wartawan Indonesia Sorong Raya mendukung langkah Dewan Pers untuk menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan wartawan di Kota Sorong, Papua Barat.(rls/bm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.