Polda Papua Barat Rilis 17 DPO Penyerang Posramil Kisor Maybrat

0
132
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi menunjukkan 17 nama Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait penyerangan Posramil di Kampung Kisor, Maybrat saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/9/2021).(Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Polda Papua Barat  merilis 17 nama Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait penyerangan Posramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (10/9/2021). Dalam penyerangan itu menewaskan 4 personil TNI-AD.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, setelah kejadian tim gabungan TNI-Polri langsung melakukan olah TKP dan mencari pelaku. Alhasil tim berhasil menangkap 2 pelaku penyerangan, inisial MY (20) asal Kampung Boksu, Aifat Selatan, Maybrat, dan berinisial MS (18) asal dari Kampung Imsum, Aifat Selatan, Maybrat. “Dari hasil pemeriksaan saksi maupun kedua tersangka tim penyidik Polres Sorong Selatan mendapati 17 nama pelaku lain serta perannya. Sehingga hari ini Polres Sorong Selatan mengeluarkan DPO terhadap 17 orang tersebut,” kata Adam.
Adapun 17 DPO yakni, 1. Silas Ki /Kampung Imsum 2. Manfred Fatem /31 tahun 3. Musa Aifat /Kampung Insum 4. Setam Kaaf /Kampung Insum5. Titus Sewa/Kampung Nisor 6. Irian Ki /Kamping Nisor 7. Alfin Fatem/Kampung Insum 8. Agus Kaaf /Kampung Insum 9. Melkias Ki/ Kampung Insum 10. Melkias Same/Kampung Insum 11. Amos Ki /Kampung Insum 12. Musa Aifat/Kampung Insum 13. Moses Aifat/Kampung Insum14. Martinus Aisnak /Kampung Aiysa 15. Yohanes Yaam /Kampung Insum 16. Agus Yaam /Kampung Insum17. Robi Yaam/Kampung Insum.
“Ke 17 nama tersebut diduga pelaku tindak pidana berdasarkan keterangan saksi dan tersangka lainnya. Dari 17 nama secara struktur organisasi nama Silas Ki, Ketua KNPB Sektor Kisor merupakan penggagas dari kegiatan penyerangan, sedangkan 18 lainnya (termasuk yang 2 sudah ditangkap) merupakan personil militan anggota KNPB sektor Kisor dan sekitarnya,” ungkap Adam.
Kepada para tersangka, diminta agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Kami TNI-Polri akan terus memburu pelaku hingga pelaku menyerakhan diri atau ditangkap. Kepada masyarakat yang mengungsi kami imbau untuk kembali, kehadiran TNI-Polri di sana bukanlah oprasi militer. Melainkan mencari para pelaku tindak pidana tersebut,” imbau Kabid Humas.
Menurut Adam, Polda Papua Barat melakukan pemback up di lokasi kejadian untuk membantu proses penyidikan dan pengejaran pelaku pembunuhan. Saat ini barang bukti parang,bercak darah, akan di bawa ke laboratorium forensik untuk di periksa serta selongsong peluru yang diamankan di TKP. “Saat ini personil TNI/POLRI di lapangan hadir bersama masyarakat dengan tujuan memberikan rasa aman, tidak ada operasi militer di Maybrat,”tegas Adam.(rls/aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.