MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Berturut-turut kabar duka melanda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Barat.
Terbaru, PWI Papua Barat kembali berduka atas berpulangnya salah satu anggota PWI Kaimana, Jacubus “Jack” Onweng. Kepergiannya menambah deretan kehilangan besar bagi keluarga besar PWI Papua Barat, yang sebelumnya juga telah ditinggalkan oleh Sekretaris PWI Fakfak dan Sekjen PWI Pusat.
Kepala PWI Papua Barat, Bustam, mengenang perjalanan panjang dan peran besar almarhum dalam membangun organisasi di daerah.
Sejak terpilih menjadi Ketua PWI Papua Barat, salah satu fokus utama yang dijalankan adalah membenahi struktur organisasi di setiap PWI daerah, serta mendorong pembentukan cabang baru yang belum ada, termasuk di Kabupaten Kaimana.
Masih teringat jelas dalam ingatan saat momen awal pembentukan PWI Kaimana. Saat itu, Jack Onweng bersama Arfat, berkunjung ke Manokwari dan menginap di Hotel Rama Taman Ria. Pertemuan tersebut menjadi titik awal pengesahan keberadaan organisasi pers di daerah itu.
“Bersama Sekretaris PWI Provinsi saat itu,saudara Mathias, kami mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua untuk Jacubus Onweng selama masa enam bulan. Langkah ini kami ambil agar proses pembentukan kepengurusan segera berjalan,” ungkapnya.
Setelah masa Plt berakhir, PWI Kaimana akhirnya sukses menyelenggarakan konferensi pertamanya untuk memilih pengurus definitif. Melalui musyawarah tersebut, terpilih Isabella Wisang sebagai Ketua,dan Frederik Lamawuran sebagai Sekretaris. Dan estafet selanjutnya PWI Kaimana diketuai oleh Frederik Lamawuran. Sejak saat itu, komunikasi dan kerja sama antara PWI Provinsi dengan PWI Kaimana terus erat dan solid.
“Komunikasi kami terus berlanjut dengan para pengurus maupun anggota. Dalam setiap kegiatan yang kami selenggarakan di tingkat provinsi, kami selalu mengikutsertakan rekan-rekan dari Kaimana. Meski harus menanggung biaya sendiri, semangat kawan-kawan di sana sangat luar biasa, mereka selalu berupaya mengirimkan perwakilan untuk hadir,” kenangnya.
Semangat tinggi almarhum Jack Onweng dalam mengembangkan profesi kewartawanan juga terlihat hingga akhir hayatnya.
Pada bulan Desember tahun lalu, almarhum bahkan turut serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Utama dan dinyatakan lulus serta kompeten.
Kebetulan saat pelaksanaan UKW tingkat Madya maupun Utama tersebut, Ketua PWI Papua Barat bertugas sebagai salah satu penilai karena sedang menjalani masa magang penguji. Di momen itulah, interaksi dan diskusi dengan almarhum sangat sering terjadi, membangun kedekatan batin yang kuat.
“Almarhum adalah sosok yang banyak berkomunikasi dan berdiskusi dengan saya. Rasanya sangat sedih dan ada kehilangan mendalam harus melepas kawan-kawan baik seperti beliau. Namun, apa yang bisa dikatakan? Takdirlah yang akhirnya memisahkan kita. Kita semua pun pada akhirnya hanya tinggal menunggu giliran masing-masing,” ujarnya dengan nada haru.
Kehadiran dan pengabdian Jack Onweng dikenang bukan hanya sebagai anggota, melainkan sebagai salah satu pendiri yang meletakkan batu pertama kemajuan pers di Kaimana. Namanya dan semangatnya akan terus hidup dalam jejak sejarah organisasi wartawan di tanah Papua Barat.(red)





















