Pendopo Lahai-Roi Mansinam Disiapkan sebagai Pusat Ibadah HUT Ke-171 PI

0
Panitia dan Jemaat GKI Lahai-Roi Mansinam tengah memperbaiki Pendopo sebagai tempat ibadah pada 5 Februari mendatang. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-171 Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua menyiapkan pendopo di depan Gereja Jemaat Lahai-Roi Mansinam sebagai pusat pelaksanaan ibadah yang akan digelar pada 5 Februari 2026 di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari.

Persiapan dilakukan melalui perbaikan fasilitas pendopo, termasuk renovasi lantai, serta pembersihan area sekitar lokasi ibadah.

Panitia malaui seksi perlengkapan juga membersihkan akses jalan dan fasilitas pendukung di Pulau Mansinam untuk memastikan kelancaran pelaksanaan perayaan HUT PI.

Sejumlah jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Lahai-Roi Mansinam turut terlibat membantu panitia dalam menyiapkan lokasi ibadah.

Namun, hingga saat ini keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan kerja bakti di Pulau Mansinam belum terlihat, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Jemaat Lahai-Roi Mansinam yang juga tergabung dlaam panitia seksi acara dan ibadah, Pdt. Hans Wanma, mengatakan bahwa persiapan lokasi ibadah terus dilakukan menjelang pelaksanaan perayaan HUT PI.

“Saat ini panitia sedang menyiapkan tempat ibadah untuk pelaksanaan perayaan pada 5 Februari mendatang. Persiapan yang dilakukan selama lebih dari satu bulan sudah mencapai sekitar 50 persen,” kata Hans saat ditemui wartawan, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah tahun ini dipusatkan di pendopo karena keterbatasan anggaran. Karena itu, panitia berharap dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua melalui kontribusi anggaran untuk menyukseskan peringatan HUT PI.

“Seharusnya pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Tanah Papua sudah menganggarkan dana secara tetap untuk kegiatan ini. Jika tidak, panitia akan kesulitan mencari anggaran,” ujarnya.

Selain pemerintah, Hans juga berharap Sinode dan Klasis di Tanah Papua dapat memasukkan pembiayaan peringatan HUT PI dalam program tahunan.

Menurutnya, Pulau Mansinam memiliki nilai historis sebagai pusat peradaban Orang Asli Papua.

“Pulau Mansinam menjadi tempat orang Papua belajar tentang peradaban, cara berpakaian, dan banyak hal lainnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia HUT PI, Bon Rumbruren mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi alasan pendopo Lahai-Roi sebagai tempat ibadah perayaan PI tahun ini. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses