Muhammadiyah Papua Barat Ajukan Program Sekolah Terintegrasi ke Mendikdasmen

0
Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya dalam momen peresmian SMAMCO Manokwari. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya melaporkan pengembangan sejumlah amal usaha Muhammadiyah baru di Papua Barat kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

Laporan tersebut disampaikan Mulyadi dalam momen peresmian SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari di Arfai, Kabupaten Manokwari, Kamis (28/5/2026).

Dalam sambutannya, Mulyadi mengatakan Muhammadiyah Papua Barat tengah meluncurkan beberapa unit pendidikan baru, yakni SD Muhammadiyah di Kabupaten Kaimana, SMA Muhammadiyah Maritim di Kaimana, SMA Muhammadiyah Saintek di Kabupaten Fakfak, serta TK Aisyiyah III di Manokwari.

“Dari seluruh kabupaten di Papua Barat, tinggal dua kabupaten yang belum memiliki sekolah Muhammadiyah, yaitu Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Wondama,” kata Mulyadi.

Ia menegaskan, Muhammadiyah Papua Barat menargetkan pada 2027 seluruh wilayah di Papua Barat sudah memiliki sekolah Muhammadiyah.

“Target ideologis kami pada 2027, bendera sekolah Muhammadiyah sudah harus berkibar di dua wilayah tersebut,” ujarnya.

Mulyadi juga meminta dukungan pemerintah pusat agar Muhammadiyah Papua Barat kembali diberikan kepercayaan mengelola berbagai program strategis di bidang pendidikan.

“Kami siap mengelola program-program strategis pemerintah, baik revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, maupun program sekolah terintegrasi,” katanya.

Sebagai bentuk kesiapan tersebut, Mulyadi menyebut Universitas Muhammadiyah di Kabupaten Teluk Bintuni telah memiliki lahan seluas 54 hektare yang siap digunakan untuk pembangunan kompleks sekolah terintegrasi mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Kami memiliki tanahnya, sumber daya manusianya, dan komitmennya. Kami hanya membutuhkan ketukan palu kebijakan dari bapak menteri,” ucapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah II Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat yang dirangkaikan dengan peresmian SMAMCO Manokwari. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses