Demi Kesehatan dan Keselamatan Umat Menjadi Alasan MTQ ke-8 Papua Barat Dilakukan Virtual

0
142
Ketua LPTQ Papua Barat Musa Kamudi. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–  Keputusan MTQ ke -8 yang dilakukan secara virtual merupakan keputusan bersama yang lakukan pertemuan pada 3 Agustus 2020 yang dipimpin langsung Gubernur Papua Barat, dan dihadiri Bupati Sorong Selatan, dan Pengurus LPTQ, serta perwakilan dari kanwil provinsi dan panitia lokal.
“Untuk pelaksanaan MTQ ke-8 tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2020 ini semula di Kabupaten Sorong Selatan, namun karena  masih adanya pandemi Covid-19 hingga dari sisi kesehatan dan dari sisi keselamatan umat kita batalkan, dan dilaksanakan secara virtual,” ungkap Ketua LPTQ Papua Barat Musa Kamudi saat ditemui wartawan usai pembukaan MTQ di Swiss-Belhotel, Senin (31/8/2020).
Menurut Musa, meskipun Kabupaten Sorong Selatan masuk zona hijau, tetapi pesertanya itu ada sebagian dari zona merah dan zona kuning, sehingga untuk menghindari penyebaran itu maka dibatalkan. “Gubernur memerintahkan LPTQ untuk melaksanakan MTQ ke -8 tingkat provinsi secara virtual, karena pertimbangan Covid-19 ini, walaupun dilaksanakan secara virtual kita tetap mengimbau seluruh peserta juga panitia, dewan hakil official dan panitra tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Ditegaskan bahwa ini merupakan bagian dari upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Papua Barat. Cabang- cabang yang dilombahkan yakni seni baca Al-Quran yaitu Tartil Qur’an, tilawah anak-anak, tilawah remaja, tilawah dewasa dan tilawah cacat netral.  Dan juga Qiraah Al Qur’an itu mujawwad dewasa, dan mujawwad remaja. Juga menyangkut Hifzhil Al Qur’an itu 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. “Kemudian cabang lain adalah tafsir Al Qur’an yaitu Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris,” jelas Musa.
Selain itu, juga ada cabang yang dilombakan yaitu syarhil Al Qur’an dan juga fahmil Al Qur’an, fahmil Qur’an sama dengan orang bilang cerdas cermat, kemudian seni kaligrafi Al Qur’an juga karya tulis ilmiah Al Qur’an. Untuk jumlah peserta yang hadir sebanyak 309 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak yang tidak mengikutsertakan pesertanya.
Lebih lanjut Musa menyampaikan, ditargetkan dapat mengukir prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya, minimal masuk dalam 10 besar. “Oleh sebab itu  kita mendorong agar para peserta disaat Covid-19 ini jangan sampai menyulutkan tekad dan semangat untuk bisa  meraih prestasi itu, sebab kami berkomitmen bahwa  bagi mereka yang berprestasi kita akan memberikan reward, ” ucapnya.
Menurutnya, Papua Barat selalu diperhitungkan di dalam MTQ dan STQ. Dan pelaksanaan MTQ ini menimbulkan toleransi antara umat beragama dimana dalam panitia MTQ tidak hanya mereka yang beragama muslim, namun ada yang non muslim. “MTQ ini dilakukan secara bergilir dengan melibatkan non muslim di dalam panitia ini merupakan suatu hal yang sangat menonjol yang harus kita terus pertahankan dan ini menjadi contoh toleransi bagi provinsi yang lain,” pungkasnya.(aa)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.