MRPB Rapat Dengar Pendapat Tentang Eksistensi UU Otsus Bagi Papua Barat

0
64
Penyerahan aspirasi dari masyarakat adat kepada Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Majelis Rakyat Papua Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)  I bersama Dewan Adat Papua (DAP) tentang Eksistensi UU Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua Barat.
RDP I dipimpin langsung Ketua Pokja Adat MRPB, Samuel Kambuaya yang didampingi Ketua DAP wilayah III Domberay beserta Sekretaris Pokja Adat, Wenand Weripang.
RDP I ini dihadiri berbagai elemen masyarakat adat yang ada di Kabupaten Manokwari. RDP yang dilakukan mendengar semua berbagai pendapat. Kegiatan yang berlangsung alot berakhir dengan penyerahan aspirasi elemen masyarakat yang diserahkan langsung seorang perempuan Papua, Mandabaya kepada MRPB.
Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren yang menerima aspirasi mengatakan, saat ini yang dilakukan masih langkah awal. Tahapan masih panjang,diberi waktu 30 hari kedepan untuk melaksanakan pasal 77. “Dan ini awal dari pada kegiatan yang kita lakukan,” katanya.
Kegiatan tersebut akan berlanjut lagi  pada minggu ke empat dan akan dilaksanakan dibeberapa tempat di Papua Barat yaitu di Manokwari Raya, Sorong Raya, Bintuni Raya. “Akhir dari pertemuan tersebut kami akan bertemu lagi di Manokwari dan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan sikap itu kepada pemerintah,” ungkap Maxsi saat menerima aspirasi dari elemen  masyarakat adat  di kantor MRPB, Kamis (30/7/2020).
Maxsi berharap seluruh elemen masyarakat adat untuk mendukung MRPB dalam menjalankan pasal 77. Ia juga berharap dalam waktu 30 hari kedepan situasi Manokwari harus aman dan tentram, agar apa yang diinginkan bisa terlaksanakan dengan baik.
“Petisi yang kami terima hari ini dengan pernyataan yang tadi disampaikan untuk melakukan cap jempol, saya sampaikan ini baru awal kita akan lakukan pleno luar biasa yang akan dilaksanakan di Kabupaten Manokwari, dan akan kita laksanakan apa yang menjadi harapan dari elemen masyarakat adat. Saya berharap kegiatan ini murni aspirasi jangan ada hal-hal diluar sana yang mengatakan bahwa ini adalah kepentingan-kepentingan lain,” pungkasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.