Menanggapi Pernyataan Ketua Nasdem Teluk Bintuni Terkait Surat Tugas DPP Golkar

0
79
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–Menanggapi pemberitaan edisi 1 April 2020 dengan judul “Menuju Pilkada Bintuni, Piet-Matret Terima Surat Tugas DPP Golkar”  Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy lewat rilisnya, Rabu (1/4/2020) malam, menyampaikan beberapa hal.
Pertama, bahwa Surat Tugas tersebut secara fisik belum pernah diterima selaku Pemimpin Partai Golkar di Kabupaten Teluk Bintuni. Jika melihat isi surat tersebut jelas ditujukan kepada dirinya.
Kedua, bahwa adalah tidak etis secara politik Ketua Nasdem Teluk Bintuni memberikan pernyataan atas sebuah proses internal di Partai Golkar yang mana surat tersebut kalaupun benar adanya adalah produk organisasi partai Golkar dikeluarkan oleh DPP kepada pimpinan partai di daerah.
“Jikalau surat tersebut memang benar adanya dan ditujukan atau ditembuskan kepada yang bersangkutan barulah yang bersangkutan boleh mengeluarkan pernyataan/opini atas surat itu,” kata Yohanes Manibuy.
Ketiga, bahwa sepanjang pengalaman dirinya menjadi anggota dan kader partai Golkar dan sepanjang pengalamannya mengikuti Pilkada dari Partai Golkar terminologi “surat tugas” tidak pernah dikenal, apalagi peta politik di Teluk Bintuni partai Golkar telah memenuhi syarat untuk mengusulkan pasangan calon (5 kursi), secara politik surat tugas lazimnya diberikan oleh partai yang tidak memenuhi perolehan 20% kursi legislatif untuk mencari koalisi, sehingga tercukupi syarat pencalonan minimal 20%.
Keempat, bahwa perlu ia sampaikan, 5 kursi yang diperoleh partai Golkar adalah dengan keringat dan kerja keras seluruh jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, yang secara terang benderang di lapangan pada saat pemilu legislatif berhadap-hadapan dengan partai Nasdem sebagai partai penguasa di Teluk Bintuni.
Maka kalaupun benar surat tugas itu justru diberikan kepada partai Nasdem yang jelas-jelas ingin menggerus perolehan elektoral dan perolehan kursi partai Golkar pada pemilu yang lalu, maka ia mewakili seluruh elemen anggota dan kader Partai Golkar di Teluk Bintuni ingin menyampaikan belasungkawa terhadap tewasnya hati nurani dan nalar pimpinan Partai Golkar di Pusat.
Kelima, bahwa sekali lagi kalaupun benar adanya surat tugas itu, maka perlu pimpinan DPP ketahui masa depan partai Golkar di Teluk Bintuni sangat ditentukan oleh momentum politik ini. Ia masih sangat percaya sebagai kader yang sudah 3 kali pemilu bekerja untuk memajukan Partai Golkar di Teluk Bintuni sehingga partai Golkar selalu menempati kursi pimpinan tiba-tiba apresiasi justru diberikan kepada non kader akan menjadi preseden buruk dan sudah barang tentu kader-kader lain akan berpikir kembali untuk berjuang bersama partai Golkar.
Keenam, bahwa mekanisme penjaringan bakal calon kepala daerah, sesuai petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar telah dilaksanakan dan patuhi dengan membuka kesempatan untuk semua termasuk ketua Nasdem Teluk Bintuni sendiri, namun tidak pernah Ketua Nasdem menunjukkan itikad baik untuk secara fisik datang mendaftarkan diri baik di Kabupaten, Provinsi dan DPP.
Ketujuh, bahwa sebagai bagian dari partai pengusung utama Presiden H. Ir. Joko Widodo, kader partai Golkar di daerah memahami betul situasi sosial politik dan ekonomi nasional yang sedang berfokus pada penanggulangan wabah Covid-19 yang menghantam ekonomi nasional begitu keras, ditengah situasi keprihatinan nasional ini hendaknya semua memfokuskan diri membantu upaya pemerintah dan presiden dalam melawan penyebaran Covid-19 ini dan mengesampingkan dahulu urusan politik partisan dan sektoral sehingga sangat disayangkan pernyataan ketua Nasdem Teluk Bintuni yang juga Bupati Teluk Bintuni tidak menunjukkan keprihatian terhadap situasi saat ini dan justru mengurusi kepentingan politiknya yang bisa berpotensi mengganggu stabilitas politik di daerah.
Dan kedelapan, kepada seluruh kader dan simpatisan partai Golkar di Kabupaten Teluk Bintuni untuk tetap tenang menyikapi perkembangan politik saat ini, bahwa perjuangan politik belum berakhir hanya karena pernyataan Ketua Nasdem Teluk Bintuni, dan kalaupun benar adanya surat tugas yang diklaim oleh ketua Nasdem Teluk bintuni tersebut adalah bukan surat yang dapat digunakan untuk pemenuhan syarat pencalonan  mendaftarkan diri di KPU Teluk Bintuni.(rls)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.