Kabar Baik, 2 Pasien Positif Covid-19 Asal Manokwari dan Kota Sorong Dinyatakan Sembuh

0
289
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19. Dr. Arnoldus Tiniap. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui tim Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dengan adanya kesembuhan dua pasien terkonfirmasi positif yang berasal dari Kota Sorong, inisial JT , umur 71 tahun dan Kabupaten Manokwari berinisial A, umur 29. Hal ini dibenarkan Juru Bicara Covid-19 Papua Barat saat ditemui wartawan di sekretariat Covid-19 Papua Barat di Swiss-Belhotel, Minggu (10/8/2020).
Menurut dr. Arnold, kabar gembira itu datang, karena ada dua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan bisa kembali berkumpul  dengan keluarga dan masyarakat.
Pasien yang telah dinyatakan sembuh tersebut telah dilakukan pemeriksaan swab sebanyak dua kali sejak pasien tersebut di rawat dengan  hasil swabnya negative, maka dengan begitu mereka dinyatakan sembuh.
Lebih Lanjut dr. Arnold menyampaikan khusus untuk pasien yang sembuh dari Kabupaten Manokwari itu merupakan pasien terkonfirmasi positif, dua orang yang pertama kali di Kabupaten Manokwari yang dirawat di rumah sakit umum, dan sudah dilakukan pemeriksaan swab dua kali selama massa di isolasi, karena hasil swab menunjukkan negative, sehingga pasien tersebut dinyatakan sembuh.
Pasien yang sudah sembuh hingga hari ini masih di rumah sakit. Rencana besok pagi jam 10 akan keluar dari rumah sakit dan diantar ke keluarga. “Kami akan  perlakukan pasien tersebut secara special karena ini baru pertama kali ada pasien yang sembuh di Provinsi Papua Barat. Dan nantinya akan kita sampaikan kepada masyarakat, keluarga dan lingkungan  sekitar agar bisa menerima pasien tersebut karena dia sudah sembuh,” tuturnya.
Ditambahkan dr. Arnold, pasien yang sembuh saat ini sebenarnya dari awal mereka masuk memiliki kondisi fisik bagus, jadi mereka boleh dikata itu positif, tapi belum ada keluhan atau virus. “Belum betul-betul membuat kelainan dalam tubuh. Sehingga dengan penanganan yang cepat mereka bisa pulih.  Semakin cepat kita periksa, tahu status-nya, maka itu lebih muda untuk mempercepat  penyembuhan. Tapi kalau tidak di periksa cepat terus kemudian keluhan atau kerusakan yang timbul dari dalam tubuh itu semakin besar itu juga dia punya dignosis untuk kesembuhan juga bisa lebih lama,” kata dr.Arnold menjelaskan.
Hingga saat ini belum ada obat virus yang bisa langsung menghancurkan virus tersebut, pengobatan pasien-pasien atau infeksi virus itu bersifat sportif. Dengan memberikan obat yang sifatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Jadi khusus covid ini biasa di kasih vitamin C, terutama vitamin C yang di kasih dosisnya lebih besar dan setiap hari di kasih vitamin C, terus obat-obatan yang lain tergantung keluhan, misalnya ada batuk di kasih obat batuk, kalau tidak lebih banyak dikasih vitamin dan kemudian diminta untuk istirahat dan olahraga yang cukup,“ tuntas dr. Arnold. (aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.