Gubernur Dominggus Kembali Serahkan Bantuan di Manokwari

0
147
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kembali menyerahkan bantuan tangan kasih tahap dua kepada pekerja formal dan informal. Serta penyerahan  bantuan bahan pokok tahap ketiga dari Pemerintah Papua Barat yang dilakukan secara simbolis di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (10/12/2020).
Selain penyerahan  bantuan tangan kasih dan bantuan bahan pokok Pemerintah Papua Barat juga melakukan MoU bersama BPJS Ketenagakerjaan, guna menjaminkan Program Tangan Kasih kepada pekerja formal di seluruh Papua Barat.
Gubernur Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 telah banyak membuat keadaan ekonomi masyarakat terganggu akibat pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah diberbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga perekonomian  Papua Barat diperkirakan menurun  di tahun 2020 yaitu di bawah pertumbuhan  ekonomi tahun 2019.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh sebagian besar kinerja sektor ekonomi akibat Covid-19, sehingga kinerja investasi juga menurun seiring perilaku investor yang diperkirakan  masih menunda investasi, kendati demikian kinerja produksi  diperkirakan mampu berdaya tahan,” ungkap Dominggus.
Dan juga menurutnya, konsumsi rumah tangga masih tumbuh positif seiring stimulus yang diberikan oleh pemerintah melalui program jaring pengaman sosial bantuan dan stimulus ekonomi bagi para UMKM, dan program tangan kasih. Semua ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi nasional yang sementara terus diakselerasi untuk meningkatkan ekonomi Papua Barat melalui APBD maupun APBN.
“Berkenaan dengan hal tersebut pemerintah Papua Barat meneruskan program tangan kasih tahap kedua yang akan diberikan kepada pekerja formal dan informal di Papua Barat, bantuan tahap kedua ini diberikan untuk bulan Juli sampai dengan Desember 2020 kepada 32.317 orang sebesar Rp 3.600.000 per orang,” ujarnya.
Menurut Dominggus, selain lanjutan tahap kedua pemerintah menambahkan jumlah penerima bantuan sebanyak 20.000 orang yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota yang dibayarkan terhitung mulai bulan April sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp 5.400.000 per orang, Pemerintah Papua Barat mengalokasikan  dana  bantuan sebesar Rp 224. 341.200.000 (dua ratus dua puluh empat milliard tuga ratus empat puluh satu juta dua ratus rubu rupuah)  yang diberikan kepada 52.317 orang penerima yaitu pekerja formal dan informal.
Selain itu untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga dan inflasi yang sangat tinggi maka Pemerintah Papua Barat menyiapkan bahan kebutuhan pokok untuk dibagikan ke masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gejolak ekonomi yang berlebihan dengan tetap mewaspadai melonjaknya harga barang di pasar.
Adapun maksud dan tujuan dari pembagian barang kebutuhan pokok ini, di antaranya dapat membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Pembagian barang kebutuhan pokok telah diatur secara bertahap, untuk setiap kabupaten/ kota di Provinsi Papua Barat dan sekarang merupakan penyerahan tahap ke-3 dan untuk kuota tahap ke-3 ada penambahan kuota sebanyak 5% di setiap kabupaten kota dari kota tahap 2 kiranya penyerahan tahap 3 ini pada bulan Desember dapat menekan tingkat inflasi, tetapi juga meringankan beban masyarakat penerima yang terdampak Covid-19 dalam menghadapi perayaan Natal 2020 dan tahun baru 2021,” harapnya.
Ditambahkan, dimana mekanisme pembagian paket bantuan barang kebutuhan pokok ini melalui lembaga-lembaga keagamaan untuk Kabupaten Manokwari pada tahap ketiga ini akan diserahkan sebanyak 15.696 paket sebanyak Rp. 2.205.288 000 (dua miliar dua ratus lima puluh juta duaratus delapan puluh delapan ribu rupiah). Dengan total keseluruhan perencanaan untuk Kabupaten Manokwari dari tahap 1 sampai tahap 3 sebesar Rp. 6.358.749.000 (enam milliar tiga ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus empat puluh sembilan rubu rupiah).
“Untuk tahap ketiga saat ini sebanyak 15.696 paket yang diperuntukkan untuk umat Kristen Protestan sebanyak 9506 paket, umat Islam sebanyak 4110 paket umat Kristen Katolik sebanyak 1750 paket umat Hindu sebanyak 260 paket dan umat Budha sebanyak 70 paket,” tandasnya.
“Kiranya pemberian bantuan barang kebutuhan pokok bagi para penerima manfaat ini juga dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak di tengah situasi pandemi Covid-19, kami berharap bagi para penerima manfaat ini tidak dilihat dari jumlah uang maupun barang kebutuhan pokok, tetapi marilah kita sama-sama saling memberi dan menerima dengan penuh kasih, agar apa yang kita buat ini berkenaan bagi sesama terlebih bagi Tuhan,” tutup Gubernur. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.