Februari 2023, Jumlah Pengangguran di Papua Barat Capai 34.461 orang

0

MANOKWARI, KLIKPAPUA.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mengumumkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2023 sebesar 5,53 persen atau turun 0,25 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022.

Plt. Kepala BPS Papua Barat, Johannis Lekatompessy menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Papua Barat pada Februari 2023 sebanyak 623.190 orang, naik 15.990 orang dibanding Februari 2022. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun sebesar 0,23 persen poin.

“Terlihat bahwa, pada Februari 2023 penduduk usia kerja di Papua Barat sebanyak 898.497 orang, terdiri dari 623.190 orang yang termasuk dalam angkatan kerja dan 275.307 orang bukan dalam angkatan kerja. Dari 623.190 orang yang termasuk dalam angkatan kerja, 588.729 orang bekerja dan 34.461 orang mengganggur,” jelasnya saat merilis keadaan ketenagakerjaan Papua Barat, Jumat (5/5/2023)

Dikatakan, penduduk yang bekerja sebanyak 588.729 orang, meningkat sebanyak 16.615 orang dari Februari 2022. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (4,92 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Industri Pengolahan (2,75 persen poin).

Sebanyak 350.544 orang (59,54 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 1,14 persen poin dibanding Februari 2022.

Persentase setengah penganggur turun sebesar 2,45 persen poin, begitu juga persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 4,13 persen poin dibandingkan Februari 2022.

Terdapat 13.674 orang (1,52 persen penduduk usia kerja) yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (182 orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (132 orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (13.360 orang).

“Komposisi angkatan kerja pada Februari 2023 terdiri dari 588.729 orang penduduk yang bekerja dan 34.461 orang pengangguran. Apabila dibandingkan Februari 2022, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 15.590 orang.

Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 16.615 orang dan pengangguran turun sebanyak 625 orang,” ucapnya.

Sejalan dengan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mempunyai pola yang sama. TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap banyaknya penduduk usia kerja.

TPAK mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara/wilayah. TPAK pada Februari 2023 sebesar 69,36 persen, naik turun 0,23 persen poin dibanding Februari 2022.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 80,92 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 56,27 persen. Apabila dibandingkan Februari 2022, TPAK laki-laki turun sebesar 1,80 persen poin dan TPAK perempuan mengalami peningkatan sebesar 1,55 persen poin. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.