DLH Manokwari Dorong Pembentukan Komunitas Peduli Lingkungan

0
380
DLH Manokwari dorong pembentukan komunitas peduli lingkungan. (Foto: Elyas/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Festival Tanaman Hias yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) kabupaten Manokwari akan menjadi agenda tahunan, hal itu telah disetujui oleh Bupati Manokwari Hermus Indou.
Tak menunggu lama, momentum festival Tanaman hias pertama itu, panitia penyelenggara fwstival melaksanakan diskusi bersama dengan puluhan komunitas yang ada di Manokwari  untuk  Membicarakan Solusi Tata Kelola Lingkungan Hidup di Kabupaten Manokwari.
Ketua pelaksana kegiatan festival Tanaman hias l Johanes Ada’ Lebang menyebut bahwa kegiatan diskusi melibatkan  41 komunitas peduli lingkungan Hidup Manokwari yang sudah menyatakan komitmen bersama dengan  kepedulian  terhadap kondisi Manokwari saat ini yang  memiliki permasalahan dan bagaimana ada solusi untuk  menata dan mengelolah lingkungan hidup di Manokwari.
Lebang mengungkapkan sejumlah permasalahan yang terjadi di kabupaten Manokwari saat ini yakni Kualitas lingkungan (air,udara dan tanah), Pencemaran,  Ruang terbuka hijau dan taman kota, pengaduan lingkungan dan  Program 1 juta bank sampah.
Adapun sejumlah komunitas peduli lingkungan hidup Manokwari yang telah diakomodir dan terdata  oleh dinas lingkungan hidup melalui bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan diantaranya Komunitas anak air Manokwari, Mapala UNIPA, Komunitas siang, Relawan  lingkungan Manokwari, Ecodefender, komunitas pelampar,  Ketapang diving Yeho Garden, Taman Afiya, Kandang kembang Bumi, Rumah Bunga Maryam, Jia Florist, Malika Garden, Garden seribu bintang florist.
Lanjut Lebang,  komunitas yang terdata akan diakomodir dalam Program  kerja pada dinas lingkungan hidup pada bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan sehingga  ada kebijakan untuk  tahun mendatang.
Sehingga semua komunitas yang terdata akan menjalankan tupoksinya dan peran sehingga terbangun kolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan Komunitas diharapkan  memaksimalkan perannya dalam melihat permasalahan Manokwari saat ini.
Selain komunitas,  juga nantinya akan  melibatkan pelaku usaha sehingga dana CSR lingkungan dari setiap perusahaan yang ada di Manokwari  akan digunakan dalam pengelolaan lingkungan.
“Setelah komunitas terdata pada dinas lingkungan hidup melalui,  bidang teknis akan berupaya untuk mendorong ke kementrian untuk mendapatkan anggaran pembinaan setiap komunitas” imbuh Lebang.
Sementara itu pihak komunitas yang ikut dalam diskusi pada prinsipnya semua mendukung kegiatan festival dan program  yang akan didorong oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam menghidupkan komunitas yang ada di Manokwari. (dra)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.