Bulog Subdivre Manokwari Operasi Pasar Gula di Dua Pasar

0
241
Bulog Subdivre Manokwari Lakukan Operasi Pasar Gula Pasir.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Bulog Subdivre Manokwari lakukan Operasi Pasar Gula Pasir di Pasar Wosi dan Sanggeng, Minggu (17/5/2020). OP Gula Pasir dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri di pasaran agar dapat menjaga stabilitas harga Rumah Pangan Kita (RPK ), yang dihargai Rp 12.500,- per kg.
Kepala Bulog Subdrivre Kabupaten Manokwari Firman Mando saat ditemui di Pasar Wosi  mengatakan, menjelang  Idul Fitri dan  penanganan Covid-19, Bulog Manokwari akan mendatangkan Gula Pasir sebanyak 200 ton, yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sudah tiba sebanyak 50 ton, estimasi  tanggal 19 Mei akan masuk lagi sebanyak 100 ton dan tanggal 30 Mei akan masuk lagi 50 ton, sehingga total  gula Pasir  Bulog sebanyak 200 ton.
Menurut Firman untuk melakukan stabilisasi harga gula di tingkat konsumen, mulai hari ini Bulog Manokwari sudah  melakukan Operasi Pasar, yang dilakukan ke Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng. “Untuk Pasar Wosi sendiri hari ini sudah ada tiga kios yang  kami salurkan. Harga jual kami ke toko itu perkilo Rp. 12.000 per kg,- kemudian dijual ke konsumen akhir itu seharga Rp 12.500,-  sesuai HET (Harga Eceran Terendah),” jelasnya.
Lebih lanjut Firman menyampaikan, untuk gula penugasan pemerintah ini akan diawasi oleh Satgas Pangan dan Perindagkop. “Kalau ada pihak-pihak yang melanggar aturan yang ditetapkan oleh bulog ataupun pemerintah, maka akan di blacklist dan tidak akan kami kasih lagi gula di toko tersebut,” tuturnya.
Harapannya para pedagang agar bisa menjual  gula seharga yang ditentukan pemerintah, dan diharapkan juga gula di Manokwari dan sekitarnya  agar segera turun. Gula ini didatangkan dari Lampung dan mengalami kendala pengiriman, karena kapal yang memuatnya membutuhkan waktu tiga minggu baru tiba di Manokwari. “Untuk penyalurannya akan kita perluas operasi pasar ini, bukan hanya di Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng, tapi nanti kita ke RPK-RPK yang ada di pemukiman warga,” tuturnya.
Salah Satu Pemilik RPK di Pasar Wosi, Taufik menuturkan, sudah satu tahun setengah bekerjasama dengan Bulog untuk menjual semua produk yang berasal dari bulog. “Sudah ada lima bulan ini kami tidak jual gula karena gula mengalami kenaikkan yang cukup tinggi dipasaran, “ ungkap Taufik.
Taufik berharap tidak ada lagi kelangkaan gula seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kasihan masyarakat, apalagi ini sudah menghitung hari lagi sudah masuk hari raya lebaran, dengan harga gula yang Rp 12.500  pasti masyarakat akan senang,“ imbuhnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.