BMKG: Manokwari Masih Berpotensi Hujan Ringan Hingga Lebat

0
400
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari Denny Putiray. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI, KLIKPAPUA.COM– Cuaca di Kabupaten Manokwari dan beberapa kabupaten lain untuk beberapa hari ini mengalami hujan lewat dan ringan disertai angin kencang, yang mengakibatkan pohon-pohon banyak yang tumbang.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari  Denny Putiray saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (24/8/2020), mengatakan untuk beberapa hari ini ada Badai Bavi dari Filipina, namun saat ini sudah bergerak masuk ke wilayah Cina, sehingga wilayah ini tidak terkena dampak.
“Kemudian ada juga Badai Edi yang saat ini berada di atas Papua Barat, sehingga mengakibatkan Papua Barat secara umum berawan, khusus untuk Manokwari terjadi angin kencang,yang terjadi hari Minggu kemarin, angin dari arah timur dengan kecepatan kurang lebih  30 knot ,” ujarnya.
Menurut Denny, Badai Bavi itu bergerak cepat, tapi kalau Badai Edi bisa dua sampai tiga hari tidak bergerak, sehingga dua tiga hari masih akan tetap berada di atas Papua Barat.
Akibatnya dua sampai tiga hari, khususnya di Manokwari masih berpotensi hujan ringan hingga lebat, dan berpotensi terjadi guntur kilat dan juga angin kencang. “Dengan adanya Badai Edi kemungkin besok juga kita akan mengalami cuaca yang sama seperti ini, hujan lebat, angin, guntur dan kilat,” ungkap Denny.
Ia menyimbau kepada masyarakat, terutama yang di pesisir pantai, untuk waspada dengan adanya Badai Edi di atas wilayah Papua Barat. “Kita di Manokwari berpotensi angin yang kencang, angin yang bertiup kearah timur, kita yang berada di perairan Manokwari, Teluk Cendrawasih ini kan berada di timur  laut semua berpotensi terjadi gelombang tinggi, kemudian para nelayan juga harus waspada karena tinggi gelombang bisa mencapai dua meter, sehingga para nelayan harus waspada, dan di pesisir pantai juga harus hati-hati karena tinggi gelombang,” ujarnya.
Lebih lanjut Denny mengingatkan bagi warga yang berada di pesisir pantai, jika ada pohon yang usianya sudah cukup tua, sebaiknya dipotong, sehingga mengurangi resiko. “Dan untuk daerah yang rawan longsong itu perlu berhati-hati, dan untuk yang rawan banjir untuk got-got harus dibersihkan,” sarannnya.(aa)
Editor: BUSTAM
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.