BI Papua Barat dan TPID Hadirkan Pasar Murah Stabilkan Harga Pangan Pasca Lebaran

0
BI Papua Barat menggelar pasar murah di Manokwari. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat menghadirkan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menstabilkan harga pangan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Yogyakarta, Manokwari atau di depan kantor BI Papua Barat pada Kamis (2/4/2026), sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan harga yang menunjukkan adanya kenaikan dan fluktuasi pada sejumlah komoditas pangan.

Humas BI Papua Barat, Christian J. Urbinas, mengatakan pasar murah merupakan salah satu langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.

“Kami bersama TPID, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, dan BPS terus melakukan upaya stabilisasi harga melalui pasar murah yang akan digelar di beberapa titik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah direncanakan berlangsung rutin selama April 2026 dengan frekuensi satu kali setiap pekan.

Menurutnya, intervensi difokuskan pada komoditas yang mengalami tekanan harga, terutama cabai rawit dan bawang merah.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, menurun dibandingkan pasca Lebaran yang sempat mencapai Rp150 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram, meningkat dibandingkan Februari yang berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan pasca Lebaran serta adanya jeda pasokan.

Selain itu, harga tomat juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp27 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram akibat meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan di tingkat petani.

Sebagai bentuk intervensi, pemerintah memberikan subsidi melalui mekanisme distribusi dan potongan harga kepada masyarakat dalam kegiatan pasar murah.

Adapun sejumlah komoditas yang dijual antara lain beras SPHP Rp60 ribu, minyak goreng dua liter Rp30 ribu, minyak goreng lima liter Rp100 ribu, cabai Rp65 ribu per kilogram atau Rp35 ribu per setengah kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, serta bawang merah Rp50 ribu per kilogram.

Untuk komoditas telur, telur lokal dijual Rp55 ribu per rak dari harga normal Rp75 ribu, sementara telur asal Surabaya dijual Rp65 ribu per rak. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses