MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari menyiagakan 69 personel untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat selama periode angkutan Lebaran 2026 di wilayah Papua Barat.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Basarnas dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Posko Terpadu angkutan Lebaran di Bandara Rendani Manokwari, Jumat (13/3/2026).
“Ini merupakan agenda rutin setiap tahun untuk memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi selama masa mudik Lebaran,” ujar Yefri.
Ia menjelaskan, puluhan personel tersebut ditempatkan di sejumlah posko strategis guna mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat.
Selain posko induk di Kantor SAR Manokwari, personel juga ditempatkan di posko gabungan di Bandara Rendani serta bergabung dalam posko terpadu bersama Polda Papua Barat.
Kesiapsiagaan juga diperkuat di wilayah luar Manokwari, yakni melalui Pos SAR Teluk Bintuni dan Pos SAR Teluk Wondama, guna memperluas jangkauan layanan pencarian dan pertolongan.
Selain menyiagakan personel, Basarnas Manokwari juga menyiapkan sejumlah peralatan SAR untuk mendukung operasi penyelamatan.
Di sektor laut, Kapal KN SAR Kamberau disiagakan di Pelabuhan Manokwari untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut pada jalur pelayaran yang ramai dilalui penumpang.
Sementara itu, satu unit perahu karet jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) disiagakan di Pelabuhan Cokran dan siap digerakkan selama 24 jam.
Di jalur darat, kendaraan operasional yang dilengkapi peralatan extrication untuk evakuasi korban kecelakaan lalu lintas juga turut disiagakan.
Yefri berharap dengan kesiapan personel dan peralatan tersebut, arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Papua Barat dapat berjalan aman dan lancar. (red)





















