MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari resmi menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai (cashless) menggunakan kartu uang elektronik (e-money) mulai Januari 2026.
Kepala UPBU Bandara Rendani, Herman Sujito, menegaskan penerapan sistem pembayaran digital tersebut tidak disertai dengan kenaikan tarif parkir.
“Tarif parkir tetap sama, tidak ada perubahan dan tidak ada kenaikan harga. Yang berubah hanya metode pembayarannya, dari tunai menjadi cashless menggunakan kartu e-money,” kata Herman di kantornya, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, sistem pembayaran non-tunai mulai efektif diberlakukan sejak 4 Januari 2026. Namun, pihak bandara telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak awal Desember 2025 agar pengguna jasa dapat menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut.
Menurut Herman, penerapan pembayaran digital merupakan bagian dari inovasi layanan UPBU Rendani agar sejajar dengan bandara-bandara lain di Indonesia yang telah lebih dahulu menerapkan sistem serupa.
“Kami mencoba menghadirkan inovasi yang belum ada di Manokwari agar pelayanan bandara semakin modern, sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penerapan sistem cashless diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan parkir kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan bandara.
“Dengan model pembayaran digital, pengelolaan parkir menjadi lebih optimal dan transparan, serta berpeluang meningkatkan pendapatan,” katanya.
Herman menambahkan, karena sistem tersebut masih tergolong baru bagi masyarakat Manokwari, pihaknya memberlakukan masa transisi.
UPBU Rendani bekerja sama dengan sejumlah perbankan untuk membuka konter penjualan kartu e-money di area bandara.
Selain itu, petugas disiagakan untuk membantu masyarakat menukar uang tunai menjadi e-money serta memberikan pendampingan penggunaan sistem pembayaran digital.
“Pengisian saldo e-money juga semakin mudah karena dapat dilakukan melalui fitur NFC di telepon genggam,” ujarnya.
Ia menilai respons masyarakat terhadap penerapan sistem cashless cukup positif, terutama bagi penumpang dan pengunjung dari daerah lain yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.
“Antusiasme masyarakat cukup baik, begitu juga pihak perbankan yang menyambut positif karena dapat memperluas penggunaan e-money di Manokwari,” katanya.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), UPBU Rendani terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan aset bandara untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kontribusi terhadap pendapatan negara.
Herman mengungkapkan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UPBU Rendani pada 2024 mencapai Rp13 miliar. Pada 2025, PNBP meningkat menjadi Rp14,2 miliar dari target Rp19 miliar.
“Target PNBP pada 2026 sebesar Rp29 miliar. Karena itu, seluruh aset bandara, termasuk parkir kendaraan, harus dimaksimalkan,” ujarnya. (mel)





















