
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Papua Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,19 persen, naik 0,09 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,10 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Papua Barat Daya, yang justru mencatatkan penurunan TPT sebesar 0,03 persen poin, dari 6,41 persen menjadi 6,38 persen pada periode yang sama.
Data itu disampaikan Merry Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dalam rilis resmi ketenagakerjaan, Rabu (5/8/2026).
“Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki di Papua Barat pada Mei 2026 tercatat 4,29 persen, sementara TPT perempuan 4,03 persen,” kata Merry
Adapun menurut wilayah, pengangguran di perkotaan Papua Barat mencapai 6,10 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang hanya 3,09 persen.
Secara jumlah, penduduk usia kerja di Papua Barat pada Mei 2026 tercatat 440.560 orang, dengan angkatan kerja sebanyak 312.389 orang.
“Dari jumlah itu, 299.305 orang berstatus bekerja dan 13.084 orang menganggur,” kata Merry
Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Papua Barat justru menurun menjadi 70,91 persen pada Mei 2026, dari sebelumnya 71,12 persen pada Februari 2026.
Penurunan ini didorong oleh turunnya partisipasi angkatan kerja perempuan dari 60,68 persen menjadi 58,37 persen, meski partisipasi laki-laki justru naik.
Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja di Papua Barat selama Februari–Mei 2026 bertambah 118 orang, dengan lapangan usaha aktivitas kesehatan dan aktivitas sosial mencatat kenaikan penyerapan tenaga kerja tertinggi.
“Sebaliknya, lapangan usaha pertanian mengalami penurunan proporsi tenaga kerja terbesar, turun 1,98 persen poin,” ujarnya. (dra)




















