
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua Barat memastikan seluruh persiapan pelaksanaan autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, telah matang. Pelaksanaan autopsi dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/7/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol. dr. Iskandar, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti surat permohonan autopsi yang diterima dari penyidik pada Selasa (28/7/2026).
Pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan guna mendukung kelancaran proses medis tersebut, mulai dari ruang autopsi, tempat penyimpanan jenazah, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Setelah menerima surat permohonan dari penyidik, kami langsung menindaklanjuti dengan menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan autopsi, termasuk sarana dan prasarana pendukungnya,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, saat ini Papua Barat belum memiliki dokter spesialis forensik yang menetap di Manokwari. Oleh karena itu, Biddokkes Polda Papua Barat mendatangkan dokter spesialis forensik dari Jayapura, Papua.
“Surat permohonan resmi sudah kami kirimkan. Secara informal, kami juga telah berkoordinasi dengan dokter spesialis forensik dari Jayapura yang akan menerbangkan timnya ke Manokwari,” terangnya.
Mengenai jadwal, Iskandar menyebutkan bahwa autopsi semula direncanakan berlangsung pada Rabu. Namun, kendala penerbangan dari Jayapura menuju Manokwari membuat jadwal pelaksanaan terpaksa digeser.
“Penerbangan tim forensik dari Jayapura pada hari Rabu dibatalkan berdasarkan koordinasi dengan pihak protokol bandara, sehingga pelaksanaan autopsi disepakati bergeser ke hari Kamis,” ungkapnya.
Penundaan tersebut, kata dia, sudah disampaikan dan dikoordinasikan dengan baik kepada pihak keluarga almarhum.
“Kami sudah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga mengenai alasan penundaan ini. Diharapkan seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Ia menegaskan, autopsi ini merupakan bagian penting dari proses penyidikan untuk memperoleh kepastian medis terkait penyebab pasti kematian korban. Seluruh tahapan dipastikan berjalan secara profesional dan ilmiah (scientific crime investigation).
Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada tim penyidik dan tim medis.
“Autopsi ini dilakukan secara ilmiah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya,” kata Trihadi.
Ia juga menegaskan komitmen Polda Papua Barat untuk menuntaskan perkara tersebut secara transparan dan profesional. Setiap perkembangan proses penyidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik. (mel)


















